Indonesia: BOM
Headlines News :

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label BOM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BOM. Tampilkan semua postingan

Mal Alam Sutra Tangerang Dibom, Bermotif Pemerasan

Written By Dre@ming Post on Jumat, 30 Oktober 2015 | 07.45

Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Khrisna Murti (kanan) bersama sejumlah petugas menggiring tersangka Leopard saat gelar pengungkapan kasus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (29/10).
JAKARTA - Kurang dari 24 jam, Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) berhasil mengungkap peledakan bom di Mal Alam Sutera Tangerang pada Rabu (28/10). Ledakan yang terjadi ketika karyawan mal sedang istirahat makan siang, pada pukul 12.05 WIB, menyebabkan satu orang karyawan terluka pada bagian kakinya.

"Motif kasus ini lebih kepada keadaan ekonomi yang merujuk pada pemerasan," ujar Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya Irjen Tito Karnavian dalam konferensi pers, di Jakarta, Kamis (29/10).

Ia mengatakan, pemerasan dilakukan tersangka karena menganggap gajinya sebagai ‘senior supervisor’ sekaligus ahli informasi dan teknologi (IT) di sebuah perusahaan dekat lokasi peledakan, tidak cukup.

Oleh karena itu, tersangka memeras manajemen Mal Alam Sutera melalui surat elektronik, agar pihak manajeman memberikannya uang sebanyak Rp300 juta. "Pelaku, memanfaatkan keahliannya ini di bidang IT dengan menuliskan 'e-mail' yang sulit dilacak kepada manajeman Mal Alam Sutera," kata Tito.

Tito menyatakan bom yang meledak di Mal Alam Sutera berdaya ledak tinggi. "Sebelumnya dikatakan bom yang kemarin itu dikategorikan berdaya ledak rendah, ini saya klarifikasi karena bahan peledak jenis TATP masuk kategori berdaya ledak tinggi," ujar Tito Karnavian.

Bom yang meledak di Mal Alam Sutera Tangerang mudah dibuat dengan bahan rumah tangga. Tersangka disebut belajar merakit bom dari internet. "(Bom) Mudah dibuat dengan komponen dalam rumah tangga, salah satu contoh thinner atau cat. Di google juga bisa (dipelajari). Tersangka pelajari dari google," kata Tito.

Ia menjelaskan Triacetone Triperoxide Peroxyacetone atau TATP bom merupakan jenis bahan peledak yang mudah dibuat dan bersifat sensitif serta tidak stabil. TATP bom ini, lanjutnya, memiliki kecepatan pembakaran berukuran 5300 meter perdetik, sehingga masuk pada jenis ledakan tinggi,katanya.

"Kalau parameter kecepatan pembakarannya di bawah 1000-3000 meter perdetik, baru disebut 'low explosive'," ujar Tito.

Selain itu, bahan peledak ini dapat langsung bereaksi dengan hanya terkena sedikit panas serta penerimaan gesekan. TATP bom, lanjutnya, mudah dibuat karena dapat diolah dengan bahan-bahan yang ditemui sehari-hari. "Dalam kejadian ini, bahan peledak yang dibuat pelaku hanya 10 gram. Walaupun jumlahnya sedikit, tapi dampaknya bisa besar," kata Tito.

Pelaku Leopard Wisnu Kumala sendiri ternyata sudah 4 kali meletakkan bom di Mal Alam Sutera. Setelah beraksi, dia memeras melalui email. Leopard mengaku bahwa dia meminta pembayaran dengan bitcoin. "100 Bitcoin," demikian katanya kala ditanya berapa yang dia minta ke pihak Mal Alam Sutera. 1 Bitcoin sekitar Rp3,2 juta. Berarti 100 bitcoin setara dengan Rp 320 juta.

Menurut Leopard, pihak mal tak membayarkan semuabitcoin yang diminta. Dia hanya diberibitcoin senilai Rp 700 ribu. "Alam Sutera cuma kasih 0,25 sekitar 700 ribuan. Saya cairin," ucap pelaku yang masih memiliki 5 bom aktif dan siap diledakkan.

Sementara itu Manager Operasional Mal Alam Sutera, Wawan di Tangerang, mengatakan, pascainsiden pertama bulan Juli, pihaknya sudah melakukan evaluasi dan mengikuti saran dari kepolisian di antaranya melakukan pengawasan dan pemeriksaan di setiap pintu masuk. Namun, ledakan kembali terjadi dengan lokasi bukan di dalam area pusat belanja tetapi kantin karyawan Mal Alam Sutera.

"Kalau untuk di dalam pusat belanja, kami akan periksa semua pengunjung agar kejadian pertama tak terulang. Tetapi, kini sasarannya di kantin yang berada di dekat lokasi parkir kendaraan," katanya.

Upaya lainnya adalah menambah petugas keamanan dari 105 orang menjadi 150 orang serta menambah kamera pengintai (CCTV) dari 67 titik menjadi 100 titik.

AKSI BOM LEOPARD

* 6 Juli 2015

Leopard tertangkap kamera menaruh bom di rak obat serangga semprot di supermarket Food Hall, Mal Alam Sutera. Namun bom ini tidak meledak. Bom sengaja disimpan di dekat obat serangga agar efek ledakan lebih dahsyat.

* 9 Juli 2015

Leopard menaruh bom di toilet lantai dasar Mal Alam Sutera. Bom tersebut meledak dan melukai satu orang.

* 10 Oktober 2015

Leopard mengaku menaruh bom di WC kantin Mal Alam Sutera tapi tak meledak.

* 28 Oktober 2015

Leopard mengaku menaruh bom di WC kantin Mal Alam Sutera. Kali ini bom meledak dan melukai satu orang.








sumber : NusaBali

Lokasi Ledakan Diduga Gudang Senjata dan Bom

Written By Dre@ming Post on Minggu, 09 September 2012 | 17.00

Minggu, 9 September 2012 | 17:49


Tim gabungan dari Puslabfor Mabes Polri, Inafis, Dokpol dan Gegana melanjutkan olah TKP lokasi ledakan di jalan Nusantara, Beji, Depok, Jawa Barat, Minggu (9/9/2012). Ledakan itu mengakibatkan seorang pria di dalam rumah petak sumber ledakan terluka parah. Pada olah TKP pertama, Sabtu (8/9/2012) Tim Gegana berhasil mengamankan sejumlah barang bukti seperti senjata api, granat, dan bahan peledak di lokasi kejadian.
DEPOK - Lokasi ledakan di Jalan Raya Nusantara, Beji, Depok diduga merupakan salah satu gudang penyimpanan bahan peledak dan senjata api kelompok teroris. Hal ini terbukti dari banyaknya bahan-bahan peledak yang ditemukan polisi di lokasi kejadian.

"Kami menduga mereka menjadikan tempat ini ini sebagai lokasi penyimpanan bahan-bahan pembuat bom dan alat-alat peledak senjata api," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar, Minggu (9/9/2012) siang di lokasi kejadian.

Di lokasi kejadian, tim menyita sejumlah barang bukti seperti 3 granat, 5 buah batere 9 volt, 6 buah switching dalam rangkaian, ching dalam rangkaian (6 buah), manual kit, gambar pejera, laras, dan megazen, black powder, potasium 7 kilogram dan 1 unit detonator elektrik, kabel serabut dan tunggal, serta paralon ukuran

Ada Bom Pipa & Penembakan di Gereja, Warga Jangan Mudah Diadu Domba

Written By Dre@ming Post on Sabtu, 17 Maret 2012 | 06.59

Sabtu, 17/03/2012 07:09

lokasi bom pipa Semarang diamankan aparat kepolisian
Jakarta -  Pada Kamis (15/3) lalu bom pipa meledak di dekat pesantren di Semarang, Jawa Tengah. Skalanya memang kecil tetapi cukup mengagetkan. Selang sehari, penembakan terjadi di gereja di Indramayu, Jawa Barat. Masyarakat diharap tak mudah terprovokasi dan diadu domba.

"Saya kira begini, saya pelajari sebelumnya kalau pesantren tersebut pernah ditelusuri oleh Densus 88 karena diindikasi memiliki jaringan teroris, pesantren ini pernah disebut-sebut oleh pengamat namun pada penyisiran pertama, tidak ada hasil apa-apa," kata Koordinator Indonesian Crime Analys Forum (ICAF) Pusat, Mustofa
B Nahrawardaya, saat dihubungi detikcom, Jumat (16/3/2012) malam.

Menurut dia, dengan adanya bom yang meledak di dekat pesantren, seolah ada pesan pengaitan isu teror dengan aktivitas keagamaan. Apalagi tidak lama terjadi penembakan di sebuah gereja di Indramayu.

"Orang yang menembak dikatakan memakai sorban. Kenapa kedua peristiwa ini bisa terjadi hampir

Polisi Sita Tas Besar dan Buku, Geledah Rumah Mertua Pepi, Juru Kamera Global TV Diringkus?

Written By Dre@ming Post on Minggu, 24 April 2011 | 02.24

Minggu, 24/04/2011 02:49 WIB

Densus 88 Ringkus Juru Kamera Global TV

JAKARTA -  Detasemen Khusus 88 Mabes Polri pada Jumat (22/4/2011) meringkus orang ke-20 yang diduga terlibat teroris bom buku di berbagai tempat dan bom di

Bom Berdaya Ledak Besar, Diseting Ledakan Gereja Christ Cathedral Hari Jumat Pukul 09.00 WIB?

Written By Dre@ming Post on Jumat, 22 April 2011 | 03.48

Jumat, 22/04/2011 02:09 WIB
  
Penemuan Bom di Tangerang Hasil Pengembangan 9 Pelaku yang Ditangkap Pekan Lalu

JAKARTA-Penemuan bom yang berada di Tangerang merupakan hasil pengembangan yang dilakukan polisi atas penangkapan sembilan orang yang ditangkap

Din: Pelaku Bom Bunuh Diri di Dalam Masjid Kafir, Ba'asyir: Sakit Jiwa

Written By Dre@ming Post on Senin, 18 April 2011 | 12.46

Senin, 18 April 2011 | 11:39 WIB
  
Din: Bunuh Diri di Dalam Masjid Kafir

PASURUAN - Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin mengatakan, orang bunuh diri di dalam masjid adalah kafir, karena bunuh diri adalah putus asa

Hah..Pelaku Teror Bom "Anak Kelas 5 SD"?

Written By Dre@ming Post on Selasa, 22 Maret 2011 | 19.40

Selasa, 22 Maret 2011 16:24 WIB

 BIN Sedang Dalami Teror Bom Buku

Jakarta  - Kepala Badan Intelijen Negara Jenderal Polisi (Purn) Sutanto mengatakan bahwa BIN sedang mendalami kasus teror bom dengan modus kiriman paket buku yang dikirimkan ke sejumlah sasaran belum

Erlinda "Sang Penabur Bom Yang Turun Kasta"?

Written By Dre@ming Post on Sabtu, 19 Maret 2011 | 15.50

Sabtu, 19/03/2011 13:09 WIB

Kelas Pelaku Teror Bom Menurun   

Jakarta - Pelaku teror paket bom bisa berasal dari kelompok baru atau lama. Namun siapa pun pelakunya, aksi teror tersebut menunjukkan bahwa jaringan teroris sedang turun kelas karena jangkauan dan targetnya yang mengecil dibanding sebelum-sebelumnya.

Pengamat terorisme, Noorhuda Ismail menyatakan bom yang dikirim ke sejumlah tokoh dan lembaga, hanya digunakan untuk teror. Bukan membunuh dalam

Total Visitors


 
Support : Dre@ming Media | Dre@ming Post | I Wayan Arjawa, S.T.
Copyright © 2011. Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Excata Published by DLC
Proudly powered by Dre@ming Media