Indonesia: Sidoarjo
Headlines News :

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label Sidoarjo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sidoarjo. Tampilkan semua postingan

M Bantah Cabuli Anak SD, Keterangan Saksi-saksi Alot

Written By Dre@ming Post on Selasa, 14 Juli 2015 | 09.34

"Kalau korban laki-laki, ada hasil visum tapi sulit menggali kesaksian dari saksi lain. Kalau yang perempuan, visum tidak ada luka tapi ada saksi yang melihat langsung pelaku menggerayangi tubuh korban. Jadi kami masih dalami semua kemungkinan," lanjutnya. Gbr Ist
SIDOARJO - Kasat Reskrim Polres Sidoarjo, AKP Ayub Diponegoro mengaku kesulitan menggali informasi dan keterangan dari saksi yang mendukung pengakuan adanya pencabulan di SD Anugerah School.

Dua saksi yang dijadwalkan diperiksa, hingga Senin (13/7/2015) siang belum hadir.

"Buktinya hari ini. Dua saksi yang kami panggil resmi dengan surat kepolisian juga tidak datang. Tidak mungkin kami paksa. Saksi ini adalah saksi versi saksi pelapor yang sama-sama masih anak-anak," ujar mantan Kasat Reskrim Polres Gresik.

Dua saksi yang rencananya diperiksa hari ini, merupakan bagian dari empat saksi yang namanya disebut korban. Para saksi ini dinilai mengetahui peristiwa pencabulan.

Ayup mengatakan, pekerja sosial dari Pemprov Jatim juga menunggu kesediaan saksi dan orang tuanya hadir memenuhi panggilan polisi.

"Semua pemeriksaan baik saksi maupun tersangka anak-anak, harus melibatkan pekerja sosial ini sebagai pendamping. Kita semua masih menunggu," ujarnya.

Sejauh ini, polisi baru mendapatkan keterangan dari empat saksi, dua di antaranya orang tua dan korban.

Dua saksi lain adalah guru dan M sebagai saksi terlapor. M membantah dia melakukan pencabulan. Sedangkan saksi guru mengaku tidak tahu.

Di sekolah itu, M yang masih membujang di usia 40 tahun itu bertugas sebagai pengawas office boy.

Hasil visum terhadap korban laki-laki membuktikan, ada bekas cakaran kuku di kedua pangkal paha korban.

Ada juga luka lebam di daerah vital itu. Sedangkan para korban perempuan, visum tidak menunjukkan adanya bekas luka.

"Kalau korban laki-laki, ada hasil visum tapi sulit menggali kesaksian dari saksi lain. Kalau yang perempuan, visum tidak ada luka tapi ada saksi yang melihat langsung pelaku menggerayangi tubuh korban. Jadi kami masih dalami semua kemungkinan," lanjutnya.

Diberitakan sebelumnya, dua orang tua melaporkan dugaan pencabulan yang menimpa anaknya.

Satu anak berkelamin laki-laki dan satu lagi perempuan. Polisi terkendala menyidik kasus ini karena minimnya saksi dan alat bukti.







sumber: tribun

Pelecehan Seksual Siswa SD Seperti di JIS Terjadi di Sidoarjo

Written By Dre@ming Post on Minggu, 12 Juli 2015 | 12.17

"Korban pertama sudah melapor ke Polda Jatim 1 Mei lalu, kemudian kasusnya dilimpahkan ke Polres Sidoarjo. Kemudian korban kedua, juga sudah melapor ke Polres Sidoarjo pada 20 Juni lalu. Karena tak kunjung ada perkembangan signifikan dalam penanganannya, kami mendatangi ke Polres Sidoarjo untuk menanyakan perkembangannya," kata M Soleh, pengacara dari orangtua kedua korban, seperti dikutip Surya, Sabtu (11/7/2015).Gbr Ist
SURABAYA - Kasus pelecehan seksual terhadap pelajar di sekolah seperti yang ada di Jakarta International School (JIS), juga terjadi di Sidoarjo.

Dua dari sejumlah pelajar sekolah dasar yang mengaku menjadi korban sudah melapor ke polisi sejak beberapa waktu lalu, namun sampai sekarang kasusnya tak kunjung tuntas.

"Korban pertama sudah melapor ke Polda Jatim 1 Mei lalu, kemudian kasusnya dilimpahkan ke Polres Sidoarjo. Kemudian korban kedua, juga sudah melapor ke Polres Sidoarjo pada 20 Juni lalu. Karena tak kunjung ada perkembangan signifikan dalam penanganannya, kami mendatangi ke Polres Sidoarjo untuk menanyakan perkembangannya," kata M Soleh, pengacara dari orangtua kedua korban, seperti dikutip Surya, Sabtu (11/7/2015).

Namun, kedatangan Soleh bersama korban dan orangtua korban tidak membuahkan hasil.

Sebab, para perwira atau pejabat yang berwenang di Polres Sidoarjo sedang tidak ada di kantor.

"Yang jelas, setahu kami terlapornya belum ditetapkan jadi tersangka," sambung Soleh seusai berkunjung ke Mapolres Sidoarjo.

Diceritakannya, kekerasan seksual yang terjadi di sekolah dengan sistem Full Day Scool tersebut diyakini sebenarnya menimpa banyak siswa.

Namun, sejauh ini baru ada dua siswa dan orangtuanya yang berani melapor. Termasuk pelaku, meski yang dilaporkan hanya satu orang, tapi diyakini pula bahwa pelakunya bukan hanya satu.

Dikonfirmasi mengenai penanganan kasus ini, Kasat Reskrim Polres Sidoarjo AKP Ayup Diponegoro menjelaskan, pihaknya sudah memintai keterangan pelapor atau korban dan beberapa saksi.

Selain itu penyidik juga sudah melayangkan panggilan terhadap empat orang saksi, yang menurut korban, mengetahui kejadiannya.

Rencananya, empat saksi itu diperiksa hari Senin dan Selasa depan.

"Surat panggilannya sudah kami layangkan dan sudah diterima yang bersangkutan. Semoga, mereka bisa datang memenuhi panggilan menjadi saksi," jawab Ayup.





sumber : tribun

Total Visitors


 
Support : Dre@ming Media | Dre@ming Post | I Wayan Arjawa, S.T.
Copyright © 2011. Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Excata Published by DLC
Proudly powered by Dre@ming Media