Indonesia
Headlines News :

Latest Post

Nonton Film Ini, SJ Menutup Mulut, Menekan Tangan Lalu Menindih DS

Written By Dre@ming Post on Kamis, 25 Februari 2016 | 08.41

Bukti-bukti kedekatan Saipul Jamil dan Dicky Syahroni terlihat dari foto dan video.
Ini Pengakuan Korban Saipul Jamil : Mulut Ditutup, Menekan Tangan Lalu Menindih

JAKARTA - Seorang laki-laki, AW (22), menjadi korban tindak pencabulan dengan kekerasan yang diduga dilakukan pedangdut Saipul Jamil alias SJ.

Raidin Anom, kuasa hukum AW, mengatakan tindak pencabulan dengan kekerasan terjadi di sebuah rumah di Jalan Gading Utara Blok 4 Jakarta Utara pada 2014.

"Tahun 2014 awal perkenalan dengan SJ dimana saat itu saudara terlapor mengajak klien kami menginap dan di sana terjadi tindak kekerasan," tutur Raidin di Mapolda Metro Jaya, Rabu (24/2/2016).

Dia menjelaskan, korban merupakan asisten SJ.

Dia diminta menginap di rumah itu selama enam bulan.

Selama kurun waktu tersebut, terjadi dua kali tindak pencabulan dengan kekerasan yang dilakukan SJ.

"Awalnya lagi tidur diraba sehingga terjadi seperti itu. Dia menutup mulut agar tak bersuara lalu menekan tangan menindih kaki sehingga klien kami tak bisa melawan," kata dia.

AW (22) didampingi tim kuasa hukum, melaporkan publik figur berinisial SJ ke Mapolda Metro Jaya pada Rabu (24/2/2016) sore.

Laporan disertai foto-foto yang digunakan untuk alat bukti.

Laporan polisi dibuat di Sentra Kepolisian Terpadu Polda Metro Jaya pada Rabu (24/2) sore. Laporan tercantum di LP: 901/II/2016/PMJ/Dit Reskrimum tanggal 24 Februari 2016.

SJ disangkakan Pasal 289 KUHP tentang Perbuatan Cabul Dengan Kekerasan ancaman hukuman sembilan tahun penjara.

"Alhamdulillah, kami sudah melakukan pelaporan kepada SPKT terkait adanya dugaan pncabulan dan kekerasan dan sekarang sudah diserahkan ke unit III (Subdit Renakta Dit Reskrimum Polda Metro Jaya,-red) dan selanjutnya dilakukan pelidkan dan penyidikan," tambah Raidin.

Ups! Sebelum Lancarkan Aksi Cabul, Saipul Sempat Nonton Film Ini

JAKARTA - Kuasa hukum DS (17), Osner Johnson Sianipar, mengungkapkan sebelum dugaan tindak pencabulan terjadi, penyanyi dangdut Saipul Jamil (35) sempat menonton sebuah film dewasa di mobilnya.

Osner menyampaikan hal itu berdasarkan pengakuan klien kepadanya.

"Si SJ kan duduk di sebelah sopir. DS duduk di belakang. Jadi, SJ sebetulnya nonton untuk konsumsi diri dia sendiri. Akan tetapi kan karena posisi DS di belakang, dia bisa melihat," kata Osner dalam wawancara lewat telepon, Rabu (24/2/2016).

Disampaikan pula oleh Osner, ketika melihat hal tersebut, DS merasa kurang nyaman dan berusaha menepis pikiran-pikiran curiga yang muncul di kepalanya.

Osner melanjutkan, baru ketika tiba di kediaman Saipul di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, DS kembali curiga.

"Pikiran negatif mulai muncul ketika (di rumah) SJ panggil DS untuk pijit tubuhnya," kata Onser lagi.

"DS sempat izin mau salat supaya enggak disuruh mijit, tetapi kemudian dipanggil lagi untuk pijit, bahkan disuruh tidur di kamarnya. Namun, DS menolak," sambungnya.

Setelah itulah, Saipul diduga melakukan pencabulan terhadap DS, yang tidur di kamar sopirnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Saipul dijemput oleh penyidik Polsek Kelapa Gading di kediamannya, Kamis (18/2/2016) kira-kira pukul 05.00 WIB.

Saipul dilaporkan oleh DS atas tuduhan dugaan pencabulan.

Kini, Saipul ditahan di Kantor Polsek Kelapa Gading selama proses hukumnya berjalan.









sumber : tribun

Jet Bus Pengangkut Enam Terduga Teroris Dikawal Lima Mobil

Written By Dre@ming Post on Senin, 22 Februari 2016 | 08.41

Pemindahan enam terduga teroris ke Jakarta di Mako Brimob Polda Jatim Detasemen B Pelopor Ampeldento, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Minggu (21/2/2016).
MALANG - Pengawalan ketat dilakukan oleh pihak kepolisian ketika memindahkan enam orang yang diduga terlibat aksi terorisme ke Jakarta.

Dari pantauan, keenam orang itu dinaikkan jet bus.

Semua mata mereka ditutup lakban.

Mini bus itu dikawal oleh sebuah mobil Patwal polisi.

Di belakang jet bus, ada lima mobil beriringan.

Keenam orang itu mendapat pengawalan dari 30 orang anggota Satuan Brimob Polda Jatim Detasemen B Pelopor.

Beberapa anggota Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror (Densus 88) juga ikut dalam rombongan itu.

"Untuk personel Brimob ada 30 orang yang mengawal," ujar Kepala Detasemen B Pelopor AKBP Sunadi usai pemberangkatan rombongan, Minggu (22/2/2016).

Mobil jet-bus itu parkir di depan ruang tamu Brimob Detasemen B yang berada di Ampeldento, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Sekitar pukul 12.50 wib, polisi membawa keluar enam orang secara beriringan.

Keenam orang itu memakai baju tahanan berwarna oranye.

Kaki dan tangan mereka diborgol.

Mata mereka ditutup memakai lakban.

Sekitar pukul 13.00 wib, rombongan meninggalkan markas Ampeldento itu.

Rombongan akan menempuh perjalanan darat hingga ke Mako Brimob di Kelapa Dua Jakarta.










sumber : tribun

Ahok atau Ridwan Kamil, Kemana Arah Dukungan PDIP Jelang Pilgub Jakarta?

Written By Dre@ming Post on Kamis, 11 Februari 2016 | 09.57

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama
JAKARTA - PDI Perjuangan belum menentukan calon yang akan diusung pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 mendatang.

Namun, partai berlambang banteng ini mengaku lebih cocok dengan petahana saat ini, Basuki Tjahaja Purnama, dibandingkan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang juga digadang-gadang akan maju memperebutkan kursi DKI-1.

Anggota Badan Pemenangan Pemilu PDI-P, Arteria Dahlan, mengaku partainya lebih mempertimbangkan Ahok karena sudah mempunyai pengalaman memimpin Ibu Kota.

Ahok juga dianggapnya lebih dekat dengan PDI-P.

"Ahok sejauh ini sangat membuka diri maupun membuka komunikasi dengan PDIP dan dan ini pun ada penilaian," kata Arteria.

"Belum lagi hingga saat ini Ahok tidak punya partai pengusung, berbeda dengan Pak Ridwan," ucapnya.

PDI-P juga, lanjut dia, melihat keberhasilan Kawan Ahok mengumpulkan KTP warga Jakarta sebagai nilai lebih.

Artinya, Ahok sudah terbukti memiliki pendukung militan yang akan memilihnya di 2017 mendatang.

"Ridwan belum punya pemilih militan untuk DKI," ucap Anggota Komisi II DPR ini.

Hal serupa disampaikan politisi PDI-P Maruarar Sirait.

Anggota Komisi XI ini menilai Ahok dan Ridwan Kamil sama-sama pemimpin yang baik di daerahnya masing-masing.

Mereka terbukti membangun daerahnya menjadi kota yang lebih baik.

"Bagus dua-duanya. Mereka berdua kawan saya. Biar satu bangun Bandung dan satu Jakarta," ujar Ara.






sumber : tribun

Jokowi: Sekarang Pers yang Menekan Pemerintah

Written By Dre@ming Post on Rabu, 10 Februari 2016 | 09.00

Presiden Joko Widodo
LOMBOK - Presiden Joko Widodo menyadari bahwa karena didesak oleh kecepatan, terutama media-media online ingin segera memuat berita terbaru, tapi media seringkali melupakan kode etik jurnalisme dan etika pemberitaan.

"Beritanya jadi tidak akurat, tidak berimbang, campur aduk antara fakta dan opini, " ujur Presiden Jokowi pada Puncak Peringatan Hari Pers Nasional Tahun 2016 di Pantai Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Selasa (9/2/2016).

Bahkan terkadang, kata Presiden, berita-berita yang tidak mempertimbangkan etika jurnalisme dapat menjadi berita yang tidak berimbang dan tidak jarang dapat menghakimi seseorang.

"Menurut saya ini berbahaya sekali," ucap Presiden.

Hubungan pers dengan pemerintah saat ini dan beberapa tahun yang lalu sangatlah berbeda.

Jika dahulu, tekanan kepada pers itu datang dari pemerintah, tapi sekarang berbalik, justru pers yang menekan pemerintah.

"Kalau dulu pers ditekan, berita langsung yang baik-baik. Sekarang pers yang menekan pemerintah," ujar Presiden.

Presiden menjelaskan mengapa terjadi tekanan pers kepada pemerintah karena sebenarnya tekanan dari i‎ndustri pers sendiri.

"Karena persaingan maka ditekan dari lingkungan sendiri. Inilah yang harus kita hindarkan bersama," kata Presiden.‎

Di akhir sambutannya, Presiden berharap pers dapat menjadi pilar keempat demokrasi dengan menghadirkan informasi yang lebih jujur, akurat dan obyektif.

"Se‎lalu memberi tempat suara bagi masyarakat," ucap Presiden.

‎Tema Hari Pers Nasional Tahun 2016 ini, yaitu “Pers Yang Merdeka Mendorong Poros Maritim dan Pariwisata Nusantara”.

Pada Puncak Peringatan HPN 2016 ini dihadiri oleh para menteri anggota Kabinet Kerja, Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Badrodin Haiti, pimpinan BUMN, Duta Besar negara sahabat, pemilik media dan pemimpin redaksi media nasional.








sumber: tribun

Usai Menikah Mirna Takut Ketemu Jessica

Written By Dre@ming Post on Sabtu, 06 Februari 2016 | 10.51

Jumat, 5 Februari 2016 16:52 WIB Jessica Dikunjungi Dua Biksu Beri Siraman Rohani. Biksu Sapta usai memberi siraman rohani kepada Jessica Kumala Wongso di tahanan polda Metro jaya, Jumat (5/2/2016) (Pojok Kiri Atas). Darmawan Salihin (Pojok kanan Atas). Jessica Kumala Wongso (Bawah)
Saksi Ahli Sebut Jessica Cerdas

JAKARTA – Guru Besar Psikologi Universitas Indonesia (UI), Sarlito Wirawan Sarwono yang diundang penyidik sebagai saksi ahli dalam kasus pembunuhan Wayan Mirna Solihin.

Hasil tes psikologi yang dilakukan Sarwono kepada tersangka, Jessica Kumala Wongso diketahui perempuan 27 tahun itu tidak memiliki kelainan jiwa. Bahkan, kepribadian Jessica Kumala Wongso juga normal dan baik-baik saja.

"Hasilnya dia tidak ada kelainan apapun. Jadi, Jessica itu seorang yang sehat. Secara intelegensi cerdas, secara kepribadian sehat tidak bermasalah," papar Sarwono, Jumat (5/2/2016).

Menurutnya, secara keilmuwan analisis yang menyebutkan jika Jessica Kumala Wongso berkepribadian ganda adalah salah.

Sebelumnya ayah Mirna, Edi Darmawan Salihin menilai jika Jessica Kumala Wongso yang menjadi tersangka pembunuh anakanya memiliki kepribadian ganda.

"‎‎Sangat normal, salah itu," kata Sarlito.

Sarlito enggan menyebutkan rinci hasil pembacaannya terhadap kondisi psikologi Jessica Kumala Wongso.

Namun menurutnya ‎banyak kemiripan antara dugaan yang muncul selama ini dengan keputusan polisi.

"Bahwa dugaan-dugaan kalian itu dengan keputusan-keputusan polisi itu banyak miripnyalah gitu. Itu saja barangkali," kata Sarlito.

Ayah Wayan Mirna Klaim Punya Data Vital dari Australia

Edi Darmawan Salihin mengaku kedatangannya untuk mencari tahu sejauh mana kelanjutan pengungkapan kasus yang menyebabkan anaknya Wayan Mirna Salihin (27), tewas.

Selain itu kedatangnya juga untuk membantu polisi dalam mencari data-data yang mendukung pembuktian.

‎"Saya ke sini untuk meminta keterangan sampai dimana (kelanjutan kasus) , apa yang saya bisa bantu untuk mencari data-data," ujarnya di Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jumat (5/2/2016).

Pasalnya menurut Darmawan dirinya memiliki sejumlah data yang tidak dimiliki kepolisian.

Data tersebut ia cari sendiri, termasuk ke Australia.‎

Beberapa data yang didapat dari Australi bahkan menurut Darmawan sangat penting.

"Itu data dari Australia sangat vital," katanya..

Sementara itu Direktur Kriminal Umum Polda Metro, Kombes pol Krishna Murti mengatakan apabila ada korelasinya dengan pemeriksaan yang dilakukan, data yang dimiliki kepolisan dan yang dimiliki keluarga Mirna, akan disinkronkan.

"Nanti sinkronkan saja," ujarnya.

Namun Krishna enggan menjelaskan apakah data yang yang tidak dimiliki kepolisian termasuk pesan instan WhatsApp dari Jessica terkait soal ciuman.

"Kalo materi saya engga bisa bicara," katanya.

Selama Satu Setengah Jam, Jessica Terima Siraman Rohani

JAKARTA – Selama satu setengah jam Jessica Kumala Wongso, tersangka kasus pembunuhan Wayan Mirna Solihin mendapatkan siraman rohani dari dua biksu yang menyambanginya di Tahanan Polda Metro Jaya, Jumat (5/2/2016).

Sesuai Kartu Tanda Penduduknya, Jessica memeluk Agama Budha. Gadis 27 tahun itu telah lima hari ditahan di Polda Metro.

Dua biksu yang memberikan siraman rohani pada Jessica didatangkan dari kawasan Mangga Besar, Jakarta.

Usai memberikan siraman rohani, kedua biksu itu enggan berkomentar terkait kondisi Jessica di dalam penjara.

"Hanya siraman rohani saja yang kita berikan, saya tidak tahu," ujar salah satu Biksu bernama Sapta, sambil menghindari awak media.

Direktur Perawatan Tahanan dan Titipan Polda Metro, AKBP Barnabas mengatakan kedatangan dua biksu tersebut untuk memberikan siraman Rohani pada sejumlah tahanan.

"Kalau kita untuk perawat kerohanian dia aja. Kalau yang agama Islam kan ada jumataan, ada pengajian, ceramah agama. Kalau Budha kan minoritas sekali, hampir nggak ada. Makanya kita usahakan mendatangkan biksu," ungkap Barnabas.

Menurut Barnabas kegiatan rohani dalam tahanan termasuk Jessica berlangsung selama satu setengah jam.

Siraman Rohani yang berlangsung dari pukul 13.00 hingga pukul 15.00 WIB tersebut merupakan kegitan rutin.

"Rutin untuk para tahanan, hanya saja tidak selalu hari Jumat, tergantung kesediaan biksunya saja," ucapnya.

Polisi Belum Temukan Bukti Jessica Bubuhkan Sianida ke Cangkir Mirna

JAKARTA - Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar (Kombes), Krishna Murti mengatakan pihaknya belum menemukan bukti bahwa tersangka Jessica Kumala Wongso membubuhkan sianida ke cangkir Wayan Mirna Solihin dalam kasus pembunuhan di Kafe Oliver itu.

Ia mengatakan kasus tersebut terbilang simpel. Pihaknya hanya perlu mencari tahu siapa penaruh sianida di dalam kopi yang diminum Mirna.

Namun, berdasarkan informasi polisi sama sekali tak memiliki bukti sianida maupun dokumen apapun yang terkait sianida.

Akibatnya polisi tak bisa menempatkan posisi Jessica sebagai pelaku yang memegang sianida dan memasukkannya ke kopi Mirna.

Polisi hanya memiliki bukti indikasi dari rekaman CCTV bahwa hanya Jessica orang yang paling mungkin memasukkan sianida tersebut.

Tapi di rekaman CCTV itu sama sekali tak terlihat Jessica memasukkan sianida tersebut.

Sementara itu, Kriminolog Adrianus Meliala menyebut bukti materiil soal sianida amatlah penting dan itulah yang akan menjadi keyakinan hakim di persidangan.

Apabila itu tak dimiliki, maka polisi tak akan memukul telak Jessica di persidangan.

"Jessica masih bisa tertawa nantinya, sebab hakim tak akan berani memutuskan hukuman maksimal karena kurang lengkapnya bukti materiil polisi terkait sianida," tuturnya.

Kompolnas Nilai Pernyataan Ayah Mirna Bisa Menekan Penyidik

JAKARTA - Komisioner Kompolnas, Edi Hasibuan mengimbau ayah Wayan Mirna Salihin, Darmawan Salihin untuk tidak sering tampil di media dan memberikan pernyataan yang berulang-ulang.

Menurut Edi, pernyataan-pernyataan Darmawan dapat memberikan tekanan terhadap penyidikan yang berlangsung di Polda Metro Jaya.

"Kami mengimbau kepada ayah Mirna, Darmawan untuk tidak terlalu vulgar ke media mengungkapkan ini dan itu. Pasti ada efeknya mengganggu penyidikan di Polda," katanya saat diskusi di Kawasan Menteng, Jakarta, Jumat (5/2/2016).

Dirinya juga merasakan keprihatinan yang dalam atas kejadian yang menimpa Wayan Mirna.

Namun, dirinya berharap agar Darmawan tidak memberikan banyak pernyataan ke publik.

Senada dengan Edi, Komisioner Komnas HAM, Siane Indriyani mengatakan pernyataan Darmawan akan menutup kemungkinan adanya tersangka lain yang mungkin saja terlibat dalam kasus Wayan Mirna tersebut.

Pasalnya, membunuh dengan menggunakan racun sianida bukan perkara yang mudah dilakukan siapa saja.

"Sianida itu tidak dapat dibeli sembarang orang, perusahaan saja harus memakai surat resmi dengan hitung gram per gram. Makanya tidak mungkin satu orang atau dua orang, pasti banyak. Kalau terus dilempar pernyataan dari Darmawan, nanti kasus ini tertutup di Jessica saja," kata Siane.

Ada Hubungan Aneh Pertemanan Mirna dan Jessica

JAKARTA - Ayah Mirna, Edi Darmawan Salihin menyebut ada hubungan yang aneh antara Mirna, Hani, Arief (suami Mirna), Sendy (kembaran Mirna) dan Jessica Kumala Wongso .

Jessica berubah jadi sosok menakutkan bagi Mirna, usai menikahi Arief sebulan sebelum kematiannya.

Darmawan menceritakan, selama masa kuliah di Australia semuanya baik-baik saja.

Saat itu Mirna juga sudah berpacaran dengan Arief dan saling mengenal dengan Jessica.

Tapi semenjak Mirna menikah dengan Arif, barulah ada yang berubah dari Jessica.

"Sebel banget itu si Jessica sama Arief," kata Darmawan kepada wartawan, Jumat (5/2/2016).

Makanya Mirna selalu ketakutan saat Jessica mengajaknya bertemu.

Itu pula yang kemudian membuat Mirna selalu mengajak Arief dan suaminya setiap hendak bertemu Jessica.

Terkait hal itu, kata Darmawan, Sendhy dan Arief yang lebih tahu.

Darmawan sendiri belum tahu apa yang sebenarnya terjadi dan baru mau menanyakannya.





sumber : tribun

Ada Pihak Ketiga yang Meragukan, Luna Maya dan Reino Mantap Menikah

Written By Dre@ming Post on Minggu, 03 Januari 2016 | 08.02

Luna Maya
Luna Maya dan Reino Barrack sebenarnya telah mantap menuju ikatan perkawinan. Hanya ada satu kendalanya.

Apakah itu?

Dari kartu tarot Beby Djenar menerawang jika ada yang mengurangi kemantapan menuju gerbang pernikahan. Beby menjelaskan bahwa akan tiba masa di mana pasangan ini juga akan berada di sebuah persimpangan.

“Masih ada keraguan (untuk dibawa ke pernikahan),” kata Beby Djenar sambil memperlihatkan kartu tarotnya.

Kebimbangan itu, dikatakan Beby, bukan berasal dari Luna dan Reino, melainkan dari pihak ketiga, yang tak lain adalah pihak keluarga.

Beby menyarankan jika baik Luna maupun Reino, sebisa mungkin bisa mengambil hati keluarga pasangan, agar hubungan mereka bisa mulus sampai pelaminan.

“Datangnya (kebimbangan) bukan dari mereka, melainkan dari pihak ketiga. Kalau dari keduanya, sih, sudah terlihat mereka menemukan kecocokan satu sama lain. Saya cuma bisa bilang tak kenal maka tak sayang. Karenanya salah satu pihak harus bisa lebih mendekatkan diri (ke keluarga pasangannya) agar restu itu bisa segera terealisasi,” kata Beby.








Dre@ming Post______
sumber : tribun

Gejolak Dunia Hiburan Indonesia 2016, Prostitusi Artis Laki Marak

Written By Dre@ming Post on Jumat, 01 Januari 2016 | 12.43

Suhu Naga
Lembaran perjalanan hidup di tahun 2015 akan ditutup dan mulai kembali kehidupan baru di 2016.

Berbagai kejadian dan fenomena yang terjadi di tahun 2015 tidak selamanya akan sama terjadi di tahun 2016.

Menurut ahli Fengshui, Suhu Naga mengatakan, tahun 2016 merupakan simbol dari shio monyet yang memiliki unsur angin dan api.

Suatu hal yang betolakbelakang satu sama lain.

Bagaimana saja prediksi Suhu Naga tentang geliat selebritas Indonesia? Berikut 5 di antaranya.

1. Perceraian Selebritas yang Menikah Tahun 2015

Ia mengatakan, pada tahun 2016 mendatang, artis yang bercerai juga akan semakin berkurang dibandingkan tahun sebelumnya.

"Tahun depan tetap ada percerain. Tapi pernikahan lebih banyak. Tapi riskan banyak yang terjadi dia hamil duluan baru nikah. Gerakan alamnya seperti itu. Atau dia udah nikah diam-diam tapi baru terekspos," jelas Suhu Naga, saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, beberapa hari lalu.

"Kalau yang kemungkinan pasangan cerai itu, bisa yang menikah sensasional tahun ini (2015), dan tahun depan cerai. Karena energinya saya lihat samar-samar," lanjut dia.

2. Artis yang Meninggal

Selain itu, Suhu Naga juga menuturkan, artis yang akan meninggal di tahun mendatang merupakan artis maestro dan artis cilik yang sudah beranjak dewasa.

Namun, lagi-lagi ia menolak untuk menyebutkan nama lengkap atau inisial artis tersebut.

3. Terlibat Narkoba

"Kemudian untuk grup musik yang bubar, tahun depan masih ada. Grup itu yang sudah punya bendera besar di industri musik," imbuh dia.

Sementara itu, untuk artis yang terlibat kasus narkoba juga masih ada. Namun, tidak menghebohkan seperti tahun 2015.

Pria berkacamata tersebut itu menyembutkan, simbol shio monyet yang dipengaruhi unsur api dan angin memang akan membuat situasi di 2016 semakin mengkhawatirkan.

4. Prostitusi Artis Laki-Laki

Prostitusi online di kalangan sejumlah artis masih akan terjadi. Tapi, prostitusi online nantinya tidak hanya menyeret selebriti wanita, juga laki-laki.

"Tahun depan juga masih diwarnai kasus hukum, narkoba,haters, dan prostitusi online. Lalu poliandri juga semakin marak," ujar ahli Fengshui, Suhu Naga, saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, beberapa hari lalu.

"Lalu bakal ramai juga prostitusi bukan hanya artis wanita, tapi laki-laki juga. Terus pasangan sesama jenis, baik gay atau lesbian juga semakin terbuka di hadapan umum," sambungnya.

Saat ditanya siapa saja yang akan terlibat pada kasus prostitusi online, Suhu enggan membocorkan siapa saja nama inisial artis tersebut. Ia hanya menyebutkan hampir disemua kalangan, baik film, model atau musik ada yang terlibat.

"Artis yang memiliki hubungan sesama jenis juga kemungkinan akan membuka diri. Karena mereka sudah merasa cuek dan tidak memperdulikan lagi apa kata orang," ujar pria bernama asli Farid Djohan.

5. Haters Merajalela

Di tahun 2016 pula, sejumlah artis yang semakin besar, tapi sombong nanti akan mulai ditinggalkan penggemar dan justru akan diserang penebar kebencian aliashaters. Sehingga karir mereka di tahun mendatang akan menurun.

"2016 nanti itu haters akan lebih nekat. Kalau tahun ini hanya berani serang lewat media sosial, tahun depan bisa saja mereka menyerang langsung si artis. Misalnya, dilempar pakai ketapel atau botol minum, dan sebagainya," ujar Ahli Fengshui, Suhu Naga, saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, beberapa hari lalu.




sumber : tribun

Tarif Nikita Rp 65 juta, Ngaku Dijebak, Tapi Bawa Kondom

Written By Dre@ming Post on Minggu, 13 Desember 2015 | 08.36

Nikita Mirzani Saat di Panti Sosial
JAKARTA - Belum reda kabar terbongkarnya praktik prostitusi yang dilakoni dua artis berinisial AA dan TM, kini dua rekan seprofesinya yang lain Nikita Mirzani dan Puty Revita menyusul diciduk kepolisian dari kamar Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta Pusat kemarin (11/12).

Toh Nikita Mirzani masih mengelak dirinya tengah menjual diri. Artis yang selalu pamer gambar seksinya di instagram itu mengaku dijebak saat diamankan polisi dari kamar Hotel Indonesia.

"Dengan masuk ke hotel berarti dia setuju dong bertransaksi," kata Kasubdit Judisila Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Kombes Pol Umar Fana di Bareskrim Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Jumat (11/12).

Nikita lewat pengacaranya mengaku pergi ke Hotel Kempinski untuk membicarakan job MC. Namun hal itu tak sejalan dengan berbagai barang bukti yang diamankan polisi dari kamar hotel Nikita.

Polisi, lanjut Umar, memiliki sejumlah barang bukti saat mengamankan bintang film 'Mama Minta Pulsa' dan 'Perempuan-perempuan Liar' itu dari dalam kamar hotel. Salah satunya adalah kondom.

"Barang bukti berupa bukti transfer, pakaian dalam, kunci hotel, kondom dan HP yang sekarang sedang dikloning di Cyber Crime karena ada indikasi tidak hanya 2 orang saja yang dieksploitasi tapi juga ada indikasi orang lain terlibat," jelas Umar.

Umar menyebut Nikita mematok harga cukup mahal setiap kali kencan. "Tarifnya beda, yang satu (Nikita) Rp 65 juta," ujarnya.

Kembali terungkapnya praktik prostitusi di kalangan artis tersebut setelah polisi menciduk dua muncikari pada Kamis malam, (10/12). "Ini pengembangan dari Robby Abbas," ujar Umar Surya Fana.

Robby Abbas. terpidana kasus prostitusi artis yang dijatuhi hukuman 1 tahun 4 bulan itu mengaku mendapat akses ke jaringan artis lewat koleganya berinisial O dan F. Pria berinisial O itu berprofesi sebagai manajer tempat hiburan, sedangkan F berprofesi sebagai manajer artis.

"Jadi Robby itu tidak pernah berhubungan langsung dengan artis, melainkan lewat O dan F," ujar Umar. Dari pengakuan tersebut, kata Umar, polisi memburu keberadan O dan F. Upaya itu baru berhasil setelah polisi mendesain operasi penjebakan. "Ada petugas kami yang menyamar," katanya.

Anehnya, setelah melewati hasil pemeriksaan, kedua artis tersebut tidak ditahan. Polisi berdalih keduanya menjadi korban perdagangan manusia. "Mereka mengalami kerugian materil dan immateril atau batin sehingga dikirimkan ke Dinas Sosial," kata Umar Fana.

Ahli hukum pidana Universitas Jenderal Soedirman Ibnu Nugroho mempertanyakan langkah kepolisian yang menetapkan artis NM dan PR sebagai korban perdagangan manusia. Pasalnya, NM dan PR dianggap sudah berusia dewasa. Keduanya juga dianggap memiliki peran aktif dalam transaksi.

Untuk itu, Ibnu menyarankan, agar dua tersangka yang sudah ditetapkan oleh polisi yakni O dan F membongkar peranan NM dan F. Sebab, jika memang terbukti NM dan PR mengetahui peristiwa prostitusi online itu, maka keduanya dapat dijerat dengan Pasal 55 dan 56 KUHP karena dianggap turut serta.

"Kalau ada unsur niat, untuk mencari keuntungan, ada maksud atau motif, maka bisa dijerat itu," kata dia dilansir kompas.

Salah satu pihak yang terpukul atas praktik prostitusi di kalangan artis adalah pendiri ajang kontes kecantikan Miss Indonesia, Liliana Tanoesoedibjo. Maklum saja, Puty Revita termasuk salah satu mantan finalis Miss Indonesia 2014. Miss Indonesia adalah sebuah ajang yang sudah dikenal di dalam dan luar negeri.

Liliana Tanoesoedibjo sangat syok. "Tentunya Ibu cukup kaget dan kecewa," ungkap Lina Priscilla, pengurus Yayasan Miss Indonesia yang juga Direktur SMN (Star Media Nusantara), dilansir bintang. Yayasan memastikan akan memberi sanksi tegas berupa pencabutan gelar finalis Miss Indonesia yang disandangnya.







Proyek Pertama Mucikari, Artis Nikita Mirzani dan Puty Revita

Written By Dre@ming Post on Sabtu, 12 Desember 2015 | 08.37

Nikita Mirzani
JAKARTA - Kuasa hukum F dan O, Osner Johnson Sianipar, mengklaim bahwa kliennya baru kali pertama menyediakan layanan prostitusi artis NM (Nikita Mirzani) dan finalis Miss Indonesia 2014 berinisial PR (Puty Revita).

"Pengakuan dia baru memulai melakukan ini. O kerja di klub malam. Sementara F pengangguran. Pengakuan F baru mulai November 2014," ungkapnya saat ditemui Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (11/12/2015).

Onser menambahkan, F dan O belum lama mengenal NM. Namun, keduanya sudah akrab dengan PR.

"O dan F itu sudah kenal lama, F tak kenal dengan NM, tapi sama PR, F sudah kenal dekat," tuturnya.

"Awal mulanya F minta kenalkan wanita kepada O, lalu O sendiri kenal dengan PR, itu aja pengakuan dia," imbuh Onser.

Diberitakan sebelumnya, artis berinisial NM dan model berinisal PR ditangkap bersama seoarang manajer artis berinisial F dan seorang terduga mucikari berinisial O.

NM dan PR ditangkap di sebuah hotel mewah di kawasan Jakarta Pusat pada Kamis (10/12/2015) sekitar pukul 21.00 WIB.










Ungasan.com___________________
sumber : tribun

Nazar Sengaja Samarkan Hartanya

Written By Dre@ming Post on Jumat, 11 Desember 2015 | 08.27

 Nazaruddin hadapi dakwaan pencucian uang. Meski sudah berada di balik jeruji besi, kasus hukum Muhammad Nazaruddin seolah tak pernah habis. Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu kembali menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Kamis (10/12).
JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi membacakan tiga dakwaan: satu dakwaan suap dan dua dakwaan pencucian uang.

Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin didakwa mengalihkan harta kekayaannya untuk membeli sejumlah saham, tanah, dan bangunan, serta menampungnya di sejumlah rekening.

Dalam berkas dakwaan terungkap bahwa Nazar menggunakan nama orang lain untuk membuka rekening dan menampung harta kekayaannya itu.

"Harta kekayaan terdakwa yang dengan sengaja ditempatkan ke dalam penyedia jasa keuangan menggunakan rekening atas nama orang lain dan rekening perusahaan di Permai Grup seluruhnya sebesar Rp 50,2 miliar," kata jaksa penuntut umum Kresno Anto Wibowo di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (10/12) dilansir kompas.

Harta kekayaan Nazar diatasnamakan orang lain dengan maksud menyamarkan asal-usul harta kekayaannya karena berasal dari korupsi yang dilakukannya semasa menjadi anggota DPR.

Harta kekayaan Nazar disembunyikan di beberapa rekening atas nama Amin Andoko, Direktur PT Anugrah Nusantara. Selain itu, hartanya juga disimpan di sejumlah rekening anak perusahaan Permai Grup, seperti PT Anugerah Nusantara, PT Mahkota Negara, PT Exartech Technologi Utama, dan rekening joint operation.

Jaksa Kresno Anto Wibowo mengatakan Nazaruddin selaku anggota Dewan Perwakilan Rakyat telah menerima hadiah dari PT Nindya Karya berupa uang tunai sekitar Rp 17 miliar dan dari PT Duta Graha Indah (DGI) berupa 19 lembar cek yang seluruhnya bernilai sekitar Rp 23 miliar.

"Pemberian tersebut merupakan imbalan karena terdakwa telah mengupayakan PT DGI mendapatkan beberapa proyek pemerintah dan mengupayakan PT Nindya Karya untuk mendapatkan proyek pembangunan Rating School Aceh serta Univesitas Brawijaya," katanya dilansir tempo.

Menurut Jaksa, perbuatan Nazaruddin melanggar tiga ketentuan yang berlaku. Pertama, Pasal 5 angka 4 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme. Kedua, Pasal 208 ayat 3 Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2009 tentang MPR, DPR, dan DPRD. Ketiga, Pasal 281 ayat 3 Keputusan DPR RI Nomor: 01/DPR RI/I/2009-2010 tanggal 29 September 2009 tentang Peraturan Tata Tertib DPR RI.

Atas perbuatannya, Nazaruddin diancam pidana sesuai dengan Pasal 12 huruf b atau subsider Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 65 ayat 1 KUHP.

Selama dakwaan dibacakan, Nazaruddin menunduk. Hanya jarinya yang bergerak memutar bandul tasbih. Seusai dakwaan, Nazaruddin mengatakan tidak akan mengajukan eksepsi. Ia langsung ke luar ruangan tanpa mengeluarkan nyanyian, tidak seperti sidang-sidang sebelumnya.









sumber : NusaBali

'Prabowo Katanya Dikasih 500 Miliar oleh Riza, Kok Diam Saja?'

Written By Dre@ming Post on Rabu, 09 Desember 2015 | 08.47

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto
JAKARTA - Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul mempertanyakan sikap Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang bergeming dengan rekaman pembicaraan antara Ketua DPR Setya Novanto, pengusaha minyak Riza Chalid dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin.

Padahal, dalam rekaman itu, Riza dan Setya yang merupakan timses Prabowo-Hatta Rajasa di pilpres 2014 lalu, buka-bukaan kepada Maroef soal sumbangan Rp 500 Miliar.

Dalam rekaman yang diputar di dua kali sidang MKD itu, Riza bercerita mantan Kepala BIN, Marciano Norman memberi masukan agar ia jangan muncul ke publik saat membantu Prabowo.

Lalu ditimpali oleh Setya Novanto yang mengatakan Riza sudah keluar uang sekitar Rp 500 Miliar untuk Prabowo-Hatta. Riza pun membalas seandaianya ia menyumbang ke kedua pasangan calon, maka akan lebih baik.

"Prabowo katanya dikasih 500 Miliar oleh Riza, kok diam saja?" kata Ruhut saat dihubungi, Selasa (8/12/2015).

Ruhut pun membandingkan sikap Prabowo ini dengan sikap Presiden Joko Widodo yang sudah mengungkapkan kemarahannya kepada Novanto dan Riza.

Pihak istana melalui Sekretaris Kabinet Pramono Anung juga membantah telah menerima Rp 250 Miliar dari Riza.

"Presiden sudah kasih reaksi. Tapi Prabowo diam saja timsesnya menelanjangi dia," kata Anggota Komisi III DPR ini.

Berikut isi rekaman dimana Riza dan Novanto membicarakan sumbangan Rp 500 Miliar ke Prabowo-Hatta:

MR: Saya sama Pak Marciano. Aduh Pak Riza, jangan muncul, jangan muncul kata saya. Biarkan dia bantu Prabowo tapi jangan muncul. Pak, saya gak muncul susah Pak. Gimana muncul ketahuan.. Usahakan jangan muncul. Percaya omongan saya. Bener juga omongannya. Gua muncul di Polonia, puk puk puk langsung muncul di sosmed. Aduuuh saya lagi sama Prabowo dan hatta, Ya udah mau apa, nasib.

SN: Nasib duit keluar banyak. Duit Pak. Itu saya lihat kasihan. Ngapain itu, udah. 50 M, 30 M. Begitu kita hitungin udah 500 M. Ngapain. hahahaa

MS: Lewat Pak.....

SN: Lewat Pak...

MR: Padahal duit kalau kita bagi dua pak, hepi Pak. 250 M ke Jokowi JK, 250 M ke Prabowo Hatta, kita duduk aja. Ke Singapura, main golf, aman. hahahaa. Itu kan temen, temen semualah, Pak Susahlah. Kita hubungan bukan baru kemarin. Masak kita tinggal nggak baik. tapi kan sekarang udah gak ada masalah. Sudah normal. Gitu...

SN: Saya ngomong sama presiden, ini Pak Bung Riza juga bantu. Oh ya ya itu dia kawan saya baik. Hahaha




sumber : tribun

Total Visitors


 
Support : Dre@ming Media | Dre@ming Post | I Wayan Arjawa, S.T.
Copyright © 2011. Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Excata Published by DLC
Proudly powered by Dre@ming Media