Indonesia: Selingkuh
Headlines News :

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label Selingkuh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Selingkuh. Tampilkan semua postingan

Di Rumah Selingkuhan, Iptu Budi Tembak Kepala Sendiri

Written By Dre@ming Post on Minggu, 01 November 2015 | 09.18

“Tempat kejadian perkara di rumah wanita idaman lain atau WIL. Dia cuma berdua dengan wanita itu. Sekarang, dia menjadi saksi,” tutur Paryanto kepada wartawan, Sabtu (31/10/2015).Gbr Ist
TANGERANG – Kanit Lantas Polsek Cipondoh, Inspektur Satu Budi Riono, ditemukan tewas bunuh diri di Cluster Griya Kenanga Blok D, Cipondoh, pada Sabtu (31/10/2015) pagi.

Dia diduga mempunyai masalah pribadi sehingga nekat menghabisi nyawa sendiri menggunakan pistol.

Kapolsek Cipondoh, Komisaris Polisi Paryanto, mengatakan Budi melakukan aksi itu pada pukul 07.00 WIB. Saat ditemukan tewas, dia sedang berada di rumah teman dekat wanitanya.

“Tempat kejadian perkara di rumah wanita idaman lain atau WIL. Dia cuma berdua dengan wanita itu. Sekarang, dia menjadi saksi,” tutur Paryanto kepada wartawan, Sabtu (31/10/2015).

Paryanto enggan mengungkapan permasalahan pribadi korban. Aparat kepolisian saat ini sedang melakukan penyelidikan sesuai prosedur, meliputi pemeriksaan saksi, olah tempat kejadian perkara, dan autopsi jenazah.

Berdasarkan identifikasi awal, aparat kepolisian menemukan luka di kepala korban.

“Ada luka di atas telinga kanan. Luka tembak dari pistol sendiri,” tutur Paryanto.

Jenazah Budi telah diautopsi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tangerang dan akan dimakamkan di wilayah Meruya, Jakarta Barat, malam ini.







Dre@ming Post______
sumber : tribun

Ketahuan Menganiaya Istri Sirinya Seorang Pria Nekat Gorok Lehernya

Written By Dre@ming Post on Senin, 03 Agustus 2015 | 09.01

"Korban dituduh berselingkuh, lalu pelaku malah memukul kepala korban dengan kunci roda mobil dan menyayat tangannya," kata Anwar, Minggu (2/8/2015).Setelah melukai korban, pelaku berinisial BS (53), warga Gombong, Kebumen, tersebut berupaya kabur dari rumah korban. Namun, aksinya diketahui oleh warga di sekitar rumah korban. Gbr Ist
KENDAL -- Seorang pria paruh baya menganiaya istri sirinya di Dukuh Gladaksari RT 02 RW 12, Desa Plantaran, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal, Minggu (2/8/2015).

Oleh karena tindakannya diketahui oleh keluarga dan tetangga korban, pelaku berusaha bunuh diri dengan menggunakan pisau dapur.

Menurut tetangga korban, Miftahul Anwar, kehidupan rumah tangga suami-istri tersebut sudah tidak harmonis lagi karena korban tidak pernah dinafkahi pelaku selama empat bulan.

Korban yang berusia 31 tahun sudah minta cerai kepada pelaku, tetapi pelaku tidak mau dan justru menuduh korban berselingkuh.

"Korban dituduh berselingkuh, lalu pelaku malah memukul kepala korban dengan kunci roda mobil dan menyayat tangannya," kata Anwar, Minggu (2/8/2015).

Setelah melukai korban, pelaku berinisial BS (53), warga Gombong, Kebumen, tersebut berupaya kabur dari rumah korban. Namun, aksinya diketahui oleh warga di sekitar rumah korban.

Mereka pun beramai-ramai mengejar pelaku. Merasa terjepit dan tak bisa kabur lagi, pelaku kembali ke rumah korban.

Kali ini ia berusaha bunuh diri dengan cara melukai lehernya sendiri. Ia terluka parah, tetapi warga berhasil menyelamatkannya dan membawanya ke rumah sakit.

Kapolsek Kaliwungu, AKP Satya Adi Nugraha mengatakan, dari keterangan sejumlah saksi, korban yang terluka berteriak minta tolong.

Warga yang mendengar teriakannya langsung mendatangi rumah korban. Saat itulah pelaku mencoba bunuh diri dengan menggunakan pisau dapur.

Saat ini korban dan pelaku masih menjalani perawatan di unit perawatan intensif RSUD Suwondo Kendal.






Dre@ming Post______
sumber : tribun

Ditengah Tangisan Sang Bayi Suami Cekik Istri Sampai Tewas

Written By Dre@ming Post on Selasa, 30 Juni 2015 | 10.01

"Pak, saya telah membunuh istri saya," ungkap Kapolsek Rowosari, AKP Muhamad Rif'an menirukan Slamet saat ia datang di Mapolsek Rowosari (Senin, 29/6/2015).Gbr Ist
KENDAL - Bayi berusia 1 tahun bernama Gilang menangis tiada henti saat Rima (19) sang ibundanya tewas dicekikoleh sang ayah, Slamet (23), Senin (29/6/2015) dini hari di Kendal, Jawa Tengah.

Keluarga muda itu baru punya satu anak, masih usia 1 tahun. Mereka tinggal ikut Jumiati yaitu ibunda dari Rima, alias mertua Slamet.

Tadi pagi saat waktu sahur, Rima cekcok dengan Slamet di ranjang. Gara-gara Rima minta izin kepada suaminya itu, untuk berselingkuh.

Slamet marah kemudian mencekik Rima yang bergegas meninggalkan ranjang tidurnya.

Sementara si bayi terus menangis saat Rima sudah tewas di ranjang habis dicekik oleh Slamet.

Kal itu, Jumiati menengok ke kamar anak cucunya itu. Didapatinya Rima terbaring di ranjang, dikira masih tertidur padahal sunyatanya sudah tak bernyawa.

Jumiati mendapati cucunya itu (Gilang) terus menangis di kamar. Slamet tak ada di kamar.

Padahal saat itu Slamet sedang melapor dan menyerahkan diri ke Mapolsek Rowosari Kab Kendal, Jawa Tengah. Slamet mengakui baru saja menghabisi nyawa istrinya.

Karena penasaran, lalu Jumiati pun membangunkan Rima. Tapi, Rima sudah tidak bergerak dan tidak bernafas.

Kapolsek Rowosari, AKP Muhamad Rif'an mengatakan, jenazah Rima kemudian dibawa ke Rumah Sakit Islam Kendal.

Dan, rencananya, jenazah akan dikebumikan di pemakaman umum di Desa Gempolsewu, Rowosari, Kendal.

Pagi sebelumnya, Senin (29/9/2015) saat orang-orang makan sahur, Slamet (23) berjalan gontai dari rumah menuju Mapolsek Rowosari Kendal Jawa Tengah. Dia baru saja menghabisi nyawa Rima (19) istrinya.

Pada pukul 04.20 WIB, Slamet pun sampai di Mapolsek Rowosari. Dia menyerahkan diri pada petugas Kepolisian.

"Pak, saya telah membunuh istri saya," ungkap Kapolsek Rowosari, AKP Muhamad Rif'an menirukan Slamet saat ia datang di Mapolsek Rowosari (Senin, 29/6/2015).







sumber : tribun

Ditipu? Anggriani Laporkan PIL-nya ke Polisi

Written By Dre@ming Post on Selasa, 23 Juni 2015 | 08.48

Selanjutnya Senin (11/5/2015) Ediana kembali meminjam uang senilai Rp 9 juta pada Anggriani melalui transfer bank. Dilanjutkan pada Jumat (15/5/2015) dengan nilai Rp 1,2 juta yang diberikan secara tunai. Ediana berjanji akan mengembalikan seluruh uang pinjamannnya itu pada Senin (25/5/2015).
SINGARAJA - Ni Kadek Anggriani (23) asal Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, Buleleng melaporkan teman prianya, Putu Ediana (30) atas kasus penipuan ke Mapolres Buleleng, Senin (22/6/2015).

Ediana dilaporkan karena menipu dirinya dengan modus meminjam uang senilai Rp 15 juta.

Anggriani yang ditinggal suaminya berlayar ini mengenal Ediana dari media sosial facebook.

Melalui media sosial ini mereka saling berkomunikasi hingga akhirnya Ediana meminjam uang.

Anggriani yang menyimpan perasaan asmara kepada pria beranak satu ini bersedia meminjamkan uang secara bertahap.

Pertama kali Anggriani meminjamkan uang pada Sabtu (2/5/2015) senilai Rp 5 juta. Ketika itu Ediana mengaku sebagai mahasiswa Stikes Bali yang sedang praktik kuliah di RSUD Buleleng dan belum mendapatkan kiriman uang dari orangtua.

Selanjutnya Senin (11/5/2015) Ediana kembali meminjam uang senilai Rp 9 juta pada Anggriani melalui transfer bank. Dilanjutkan pada Jumat (15/5/2015) dengan nilai Rp 1,2 juta yang diberikan secara tunai. Ediana berjanji akan mengembalikan seluruh uang pinjamannnya itu pada Senin (25/5/2015).

Namun, sampai batas waktu yang telah disepakati, Ediana tidak kunjung mengembalikan uang yang dipinjamnya.

Ia justru mengajak Anggriani tinggal di rumah kos di kawasan Tanah Lot, Tabanan selama 10 hari ketika perempuan itu menjumpainya untuk mengambil uang pinjaman.

“Saya ikut dia karena takut uangnya hilang, dia janji mau kembalikan uang tapi mengajak saya ikut dia dan tinggal di tanah Lot, tapi sampai sekarang juga belum dikembalikan,” ucapnya singkat.

Kasatreskrim Polres Buleleng, AKP Ketut Adnyana TJ mengakui adanya laporan indikasi penipuan oleh Anggriani. Pihaknya kini masih mendalami laporan tersebut untuk penyelidikan.

“Kami sudah menerima laporan dari Anggriani, yang telah ditipu oleh seseorang sebesar Rp 15 Juta. Modusnya dengan meminjam uang. Kami masih pelajari laporan itu dan masih kami lakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk melihat sejauh mana kasus penipuan ini bisa terjadi,” ujar Adnyana TJ.

Sementara terkait inidikasi perselingkuhan antara keduanya, polisi masih menunggu laporan dari suami Anggriani.

Anggriani dan Ediana terindikasi melakukan perselingkuhan karena ketika diperiksa di Mapolsek Seririt, perempuan ini mengaku suka sama suka ketika ditanya soal alasannya tinggal selama sepuluh hari di kos bersama Ediana.

Sementara suami Anggriani baru berlayar selama dua bulan. Ia diperkirakan baru kembali ke Buleleng lima bulan mendatang.







sumber : tribun

Ditinggal Berlayar, Istri yang Dilaporkan Hilang Ternyata Kos Bersama PIL

Written By Dre@ming Post on Jumat, 19 Juni 2015 | 16.06

Kadek Anggriani (23), perempuan asal Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, Buleleng, Bali yang sebelumnya dilaporkan menghilang
SINGARAJA - Kadek Anggriani (23), perempuan asal Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, Buleleng, Bali yang sebelumnya dilaporkan menghilang sejak Selasa (9/6/2015), telah ditemukan polisi dari Mapolsek Seririt, Kamis (19/6/2015) petang.

Ia diketahui tinggal bersama seorang pria bernama Putu Ediana (30) asal Desa Unggahan, Kecamatan Seririt di sebuah rumah kos di kawasan wisata Tanah Lot, Tabanan.

Kapolsek Seririt, AKP Supriadi Rahman mengatakan, Ediana merupakan pria yang dilaporkan sebagai penipu oleh keluarga Anggriani.

Ketika itu ia dilaporkan menipu Anggriani untuk menyerahkan uang Rp 15 juta yang akan digunakannya untuk membuka bisnis.

Ediana dan Anggriani sebelum berkenalan melalui media sosial facebook sebelumnya setahun lalu sempat bertemu saat odalan di desanya.

Setahun usai pertemuan pertama, Ediana mengajak berkenalan Anggriani melalui facebook dan berlanjut saling bertukar kontak Black Berry Massenger (BBM) dan nomor telepon.

“Setahun lalu ternyata mereka sudah saling bertemu saat odalan, tetapi yang perempuan tidak meresponnya. Setelah setahun, si laki-laki buka-buka facebook dan meminta pertemanan dengan yang perempuan ini. Saling inbox dan lanjut tukar-tukaran BBM dan nomor telepon,” ujar Rahman.

Saat berkenalan melalui facebook, Ediana mengaku sebagai mahasiswa Stikes Bali, orangtua bekerja sebagai dokter dan tinggal di perumahan elite Nusa Dua, Badung.

Dari hasil keterangan yang diberikan kepada polisi, ternyata tidak hanya sekali saja Ediana meminjam uang kepada Anggriani, tetapi sudah berkali-kali.

Namun, saat berkenalan melalui facebook itu, Anggriani yang ditinggal suaminya bekerja di kapal pesiar ini menyimpan perasaan asmara pada Ediana.

Pria ini pun memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meminjam uang.

Ediana yang memiliki seorang anak tanpa istri ini pertama kali meminjam uang pada Sabtu (2/5/2015) senilai Rp 5 juta.

Ketika itu ia mengaku sedang praktik kuliah di RSUD Buleleng dan belum mendapatkan kiriman uang dari orangtua.

Selanjutnya Senin (11/5/2015) Ediana kembali meminjam uang senilai Rp 9 juta pada Anggriani melalui transfer bank.

Sedangkan pada 15 Mei kembali meminjam uang senilai Rp 1,2 juta yang diberikan secara tunai.

Ia berjanji akan mengembalikan seluruh uang pinjamannnya itu pada Senin (25/5/2015).

Namun, ketika Anggriani berusaha menagih uang yang dipinjamnya pada waktu yang telah dijanjikan, Ediana tidak dapat mengembalikannya.

Anggriani pun ketika itu sempat cemas karena Ediana tidak bisa dihubungi.

Selang beberapa hari kemudian, nomor telepon Ediana kembali bisa dihubungi.

Keduanya pun kembali saling berhubungan.

Setelah sekian lama kembali menjalin hubungan, Anggriani tidak lagi serius menagih hutang, hubungan keduanya pun semakin intim.

Ediana selanjutnya pada Senin (8/6/2015) petang menelepon Anggriani mencurahkan isi hatinya jika dirinya banyak mengahadapi masalah.

Ia menceritakan kepada perempuan tersebut akan bunuh diri di sebuah penginapan Jalan Pulau Obi, Kelurahan Penarukan, Buleleng.

Rasa cinta Anggriani kepada Ediana memaksa perempuan ini mendatangi penginapan itu untuk menecegah aksi nekatnya pada Selasa (9/6/2015).

Saat dimintai keterangan polisi, Anggriani mengaku suka sama suka ketika menghilang bersama Ediana yang belakangan diketahui sebagai buruh pengrajin perak.

Ia berniat menikah dengan pria tersebut dan bercerai dengan suami yang sedang berlayar di kapal pesiar.

Anggriani mengaku sudah setahun menikah dengan suaminya.

Selama menikah itu, suaminya dua kali berlayar.

“Setiap kali berlayar biasanya tujuh sampai delapan bulan baru pulang. Sekarang belum punya anak. Takut kehilangan uangnya saja makanya ikut,” ujar Anggriani.

Sementara kini polisi masih melakukan penyeleidikan dan menunggu laporan dari suaminya.

“Sekarang masih dalam pengembangan lebih lanjut, kalau untuk laporan penipuannya dia yang perempuan harus melapor kalau ditipu, sedangkan kalau untuk perzinahan harus suaminya yang melapor baru bisa diproses. Sekarang kami masih mengumpulkan keterangan,” ujar Rahman.








sumber : tribun

Suami Gerebek Istri Sedang Telanjang Bersama Anggota DPRD

Written By Dre@ming Post on Sabtu, 07 Maret 2015 | 09.13

"Saya melihat langsung dia (WS) dan istri saya sedang berduaan di kamar tanpa busana. Kemudian begitu saya tahu RN langsung melarikan diri," jelas Ruriadi, Jumat (6/3/2015). Gbr Ist
Anggota Komisi I DPRD Lampung Tengah, WS digerebek sedang berselingkuh dengan wanita berinisial RN di sebuah kamar kos.

WS diketahui digerebek langsung oleh sang suami RN, yaitu Rudiadi (39), bersama keluarganya dan warga sekitar rumah kos tempat keduanya, menjalankan prilaku bejatnya di Bandar Jaya Timur.

"Saya melihat langsung dia (WS) dan istri saya sedang berduaan di kamar tanpa busana. Kemudian begitu saya tahu RN langsung melarikan diri," jelas Ruriadi, Jumat (6/3/2015).

Penggerebekan itu terpaksa dilakukan Rudiadi karena mencium gerak-gerik keduanya yang mencurigakan. Selain itu, warga memang curiga dengan hubungan WS dan RN.

Hari ini kedua pelaku masih diperiksa lebih lanjut oleh Kepolisian Sektor Terbanggi Besar.









Dre@ming Post______
sumber : tribun

Pria Ini Bakar Wanita Selingkuhannya hingga Tewas

Written By Dre@ming Post on Jumat, 27 Februari 2015 | 09.58

Dimhari mengaku takut hubungan gelapnya terbongkar. Sebab, dia juga memiliki istri dan dua anak. Ia pun berencana membunuh korban.“Dia meminta saya menikahinya, karena sudah terlambat haid selama satu bulan,” katanya menampik jika korban sudah hamil dua bulan. Gbr Ist
MAGELANG - Dimhari (38) nekat membakar hidup-hidup selingkuhannya, Yahmini (35), warga Desa Sumogawe, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang hingga tewas.

Perbuatan keji itu dilakukan oleh warga Desa Bedono, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang ini setelah mengetahui pasangan selingkuhnya hamil dua bulan.

Dimhari membakar hidup-hidup Yahmini di Dusun Temu Lor, Desa Jogoyasan, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Selasa (24/2/2015) malam sekitar pukul 19.30 WIB.

Awalnya, Dimhari meminta korban menyalakan korek api dengan alasan ritual. Setelah itu, korban kemudian disiram bensin yang dibeli Dimhari dari wilayah Kalitelon, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung. Dalam sekejap api berkobar dan membakar tubuh Yahmini.

“Dia (Yahmini) saya suruh berpura-pura menghidupkan korek api. Agar ada api kehidupan untuk menebus dosa, karena kami sudah berbohong sama keluarga. Lalu saya siram bensin,” ujarnya di Polres Magelang, Kamis (26/2/2015).

Aksi pembakaran dilakukannya, karena dia mengetahui Yahmini yang sudah berputra tiga dan ditinggal suaminya bekerja di Malaysia itu, sedang mengandung anak hasil hubungan gelapnya.

Dimhari mengaku takut hubungan gelapnya terbongkar. Sebab, dia juga memiliki istri dan dua anak. Ia pun berencana membunuh korban.

“Dia meminta saya menikahinya, karena sudah terlambat haid selama satu bulan,” katanya menampik jika korban sudah hamil dua bulan.





Dre@ming Post______
sumber : tribun

Pria Beristri ini Unggah Video Seks, Enggan Diputusin

Mereka juga sudah sering melakukan hubungan badan dan beberapa kali, Seldi sengaja merekam hubungan badan tersebut dan juga memotretnya. Wanita itu awalnya risih dan menghapus video maupun foto-foto vulgar itu. Namun, Seldi berulang kali merekamnya dengan alasan dijadikan sebagai dokumentasi pribadi. Gbr Ist
MANADO - Polisi menangkap Seldi alias ST (29), warga Kelurahan Manembo Nembo Atas, Kecamatan Matuari, Bitung.

Pria beristri ini dilaporkan oleh selingkuhannya, warga Girian, yang juga seorang mahasiswi. Mahasiswi itu tak tahan dengan ulah Seldi yang menyebarkan video seks mereka.

Hal itu membuat wanita itu harus menanggung malu. "Tersangka sudah kita tahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," ujar Kasat Reskrim Polresta Bitung AKP Rivo Malonda, Kamis (26/2/2015).

Dua potongan video adegan mesum berdurasi 12 menit dan 9 menit itu, bahkan telah diunggah ke situs berbagi video YouTube. Dalam rekaman itu, tampak Seldi dengan jelas memperlihatkan adegan persetubuhan antara dia dan selingkuhannya. Diduga, adegan itu diambil di salah satu penginapan di Manembo Nembo.

Rekaman adegan mesum itu dilakukan dengan menggunakan dua kamera ponsel. Kamera yang satu diletakkan di sebuah meja yang diarahkan ke cermin di samping ranjang yang memantulkan adegan intim itu, sementara kamera yang lain dipegang oleh si wanita.

Di hadapan polisi, Seldi mengaku telah menjalin hubungan cinta dengan wanita itu sejak tahun 2009 sebelum dia menikah.

Setelah menikah dengan wanita lain dan bahkan telah dikaruniai seorang anak, hubungan itu terus berlanjut secara sembunyi-sembunyi.

Mereka juga sudah sering melakukan hubungan badan dan beberapa kali, Seldi sengaja merekam hubungan badan tersebut dan juga memotretnya. Wanita itu awalnya risih dan menghapus video maupun foto-foto vulgar itu. Namun, Seldi berulang kali merekamnya dengan alasan dijadikan sebagai dokumentasi pribadi.

Namun, wanita itu menampik alasan Seldi. Menurut dia, lelaki simpanannya itu sengaja merekam adegan dan mengambil foto tersebut untuk mengintimidasi dia agar tidak memutus cinta mereka. Padahal, wanita ini mengaku sadar bahwa Seldi sudah berumah tangga.

Jika hubungan ini diputus, Seldi mengancam akan menyebarkan video dan foto tersebut. Belakangan, wanita yang sudah tidak tahan dengan ulah Seldi, terlebih mengetahui video dan sebagian foto-foto mesum itu sudah menyebar, akhirnya melapor ke polisi.

Atas perbuatannya itu, Seldi terancam hukuman penjara enam tahun lebih jika terbukti melakukan aksi pornografi dan pornoaksi lewat penyebaran video mesum dan foto di dunia maya. "Dia kita jerat dengan Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik," tambah Malonda.








sumber : tribun

Tiga Tahun Hidup Serumah Imel Pilih Pria Lain, Aldo Ngamuk

Written By Dre@ming Post on Rabu, 11 Februari 2015 | 10.26

SERAHKAN DIRI - Kapolsek KP3 Benoa, Kompol I Made Mundra, meminta pelaku penusukan Alex Rihi Mila untuk menceritakan kejadian di pelabuhan, di Mapolsek KP3 Benoa, Selasa (10/2/2015). Usai menusuk Aldo langsung menyerahkan diri, Senin (9/2/2015).
MANGUPURA - Alex Rihi Mila alias Aldo (27) marah bukan kepalang.

Pria asal Desa Kenanggar, Paberiwai, Nusa Tenggara Timur, tak terima wanita yang hidup bersama selama tiga tahun jeustru memilih pria lain

Puncaknya, Aldo menusuk suami dari kekasihnya itu lantaran cemburu dan merasa dibohongi.

"Saya sama Imel (kekasih Aldo) sudah tiga tahun hidup bersama. Saya cemburu saat dengar pacar saya sudah menikah sama Napakali (23)," ujarnya saat ditemui di Mapolsek KP3 Benoa, Selasa (10/2/2015).

Cerita Aldo, usai menusuk Napakali ia langsung menyerahkan diri kepada polisi.

Kepada polisi, Aldo mengutarakan semua kekesalannya itu. Seluruh penghasilannya ia serahkan kepada teman hidupnya itu.

"Bahkan saya sudah punya anak. Motor saya dia yang bawa, kami tinggal bersama. Soal hubungan Imel dengan suami barunya, dari Januari," ujarnya.










Dre@ming Post______
sumber : tribun

Tukang Bakso Selingkuhi 6 Wanita, 3 Dibunuh

Written By Dre@ming Post on Jumat, 06 Februari 2015 | 08.14

Petugas (kiri) memeriksa salah satu istri DS di Polres Garut.
GARUT - Tukang bakso asal Kecamatan Limbangan, Garut, Jawa Barat, DS (67), yang terkenal pendiam dan baik terhadap istrinya, namun selingkuh dengan enam perempuan dan membunuh tiga di antaranya, diduga menderita gangguan jiwa bipolar. Kepala Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Garut, Nitta Wijaya, mengatakan berdasarkan sejumlah kasus serupa yang ditangani dan dipelajarinya selama ini, hal tersebut menjurus pada perbuatan yang dipicu kelainan jiwa.

Bipolar merupakan penyakit kejiwaan yang membuat penderitanya mengalami perubahan suasana hati secara drastis, dari baik menjadi buruk, dan sebaliknya.

"Kalau kasusnya seperti itu, kemungkinan dia mengalami bipolar. Untuk pastinya, bersama Polres Garut, kami akan meminta bantuan psikiater untuk menangani tersangka," kata Nitta, Kamis (4/2/2015).

Menurut Nitta, pihaknya pun segera menangani dan melakukan pendampingan terhadap tiga korban yang selamat dari perbuatan DS yang merupakan perempuan berumur 40 tahunan dan keluarga korban.

Sebelumnya diberitakan, petualangan DS dalam memperdaya enam perempuan berumur 40-an berakhir di sel Markas Polres Garut.

Dia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya setelah menganiaya para perempuan tersebut dan mencuri harta bendanya.

Tidak tanggung-tanggung, dari enam korbannya, DS membunuh tiga perempuan di antaranya. Sisanya, mereka mengalami luka dan trauma setelah diancam untuk menyerahkan harta bendanya kepada tersangka.

DS melakukan aksinya sejak 2013. DS awalnya memacari para korbannya terlebih dulu sampai berhubungan lebih dekat, walaupun para korban masih memiliki suami.

Saat menjalankan aksinya dalam kencan yang telah direncanakan, DS membawa korban ke tempat sepi. Korban kemudian diancam akan dibunuh jika tidak menyerahkan perhiasan dan harta benda yang dibawanya saat kencan tersebut.

Korban yang meninggal dunia akibat perbuatan DS adalah RN (43) yang merupakan warga Kecamatan Selaawi, seorang pengamen asal Kecamatan Tarogong Kaler NN (40), dan Ac asal Kecamatan Limbangan.

Korban yang yangan mengalami luka setelah diancam adalah Sp warga Kecamatan Cikancung di Kabupaten Bandung, Rn warga Sumedang, dan EM (48) warga Kecamatan Tanjungsari di Kabupaten Sumedang.







sumber : tribun

Kepada Suami, Maria Eno Mengaku Telah Berselingkuh Empat Kali Dengan Pak Kades

Written By Dre@ming Post on Sabtu, 10 Januari 2015 | 08.17

Menurut Primus, istrinya mengaku telah berhubungan seksual dengan kepala Desa sebanyak empat kali yakni sekali di rumahnya (rumah Primus) dan tiga kali di hutan. Mereka berhubungan seksual dalam rentang waktu empat bulan yakni dari September 2014 sampai Desember 2014.Gbr Ist
KEFAMENANU -- Primus Fransiskus Sau (30) warga Desa Susulaku B, Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tegah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT) didampingi ratusan kerabat dan warga lainnya melaporkan kepala Desa mereka, Ignasius Tubani ke Camat Insana, lantaran sang istri Maria Veronika Eno (25) diduga kuat telah berselingkuh dengan kepala Desa.

Primus dan ratusan warga datang dengan menggunakan dua unit mobil yakni truk dan bus serta puluhan unit kendaraan roda dua, Kamis (9/1/2015). Kedatangan ratusan warga di kantor Kecamatan Insana menarik perhatian warga sekitar sehingga warga lainnya yang bermukim di sekitar kantor kecamatan pun ramai-ramai ikut berbaur dengan warga Desa Susulaku B.

Warga pun akhirnya diterima oleh Sekretaris Camat Insana, Aloysius Neno dan sejumlah pejabat di kecamatan. Sekretaris camat pun langsung memediasi persoalan tersebut dengan meminta keterangan dari pihak pelapor (Primus dan warga) dan pihak terlapor (Kepala Desa Susulaku B Ignasius Tubani dan Maria Veronika Eno).

Dalam keterangannya Primus yang juga adalah guru honorer di salah satu SMP di Kecamatan Insana, mengatakan bahwa dirinya mengetahui istrinya berhubungan selingkuh dengan Ignasius Tubani melalui pesan singkat yang ada di dalam telepon genggam milik istrinya.

“Sebelumnya memang saya sudah curiga dengan gerak gerik istri saya sehingga saya pun memeriksa isi pesan singkat khususnya pesan terkiirim di telepon genggam milik istri saya terdapat tiga kali pesan terkirim ke nomor kepala desa yang isinya sangat mencurigakan sehingga saya pun menanyakan hal itu kepada istri saya dan akhirnya istri saya mengaku telah berselingkuh dengan kepala Desa,” beber Primus.

Menurut Primus, istrinya mengaku telah berhubungan seksual dengan kepala Desa sebanyak empat kali yakni sekali di rumahnya (rumah Primus) dan tiga kali di hutan. Mereka berhubungan seksual dalam rentang waktu empat bulan yakni dari September 2014 sampai Desember 2014.

”Setelah mendengar pengakuan istri saya pada Minggu (4/1/2015) lalu, saya pun beritahu semua keluarga besar saya sehingga kami kemudian bertemu di rumah orang tua saya untuk membahas persoalan ini. Saat sedang berbicara, muncullah kepala desa dan langsung menuju saya dan berusaha memeluk saya sambil meminta maaf dan mengatakan akan memperbaiki hubungan saya dan istri. Jawaban itu membuat saya emosi dan mengusirnya dari rumah,” kata Primus.

Keluarga besar Primus pun sepakat agar persoalan tersebut diselesaikan di tingkat desa namun tidak berhasil lantaran kepala desa menghindar sehingga kemudian laporan tersebut berujung ke Kecamatan. Sementara itu Kepala Desa Sususlaku B Ignasius Tubani dalam keterangannya membantah semua tudingan Primus. Ignasius mengatakan tidak pernah berhubungan dengan istri Primus.

”Itu semua tidak benar yang dituduhkan kepada saya itu,” kata Ignasius.

Lantaran tidak ada titik temu, Sekretaris Camat Insana, Aloysius Neno kemudian meminta agar persoalan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan di Desa Susulaku B, sehingga warga kemudian membubarkan diri dan pulang kembali ke rumah masing-masing.







sumber : tribun

Dua Oknum Jaksa Ketangkap Basah Selingkuh

Written By Dre@ming Post on Senin, 30 Juli 2012 | 07.39

Senin, 30 Juli 2012 07:09

ist
PEKANBARU - Aparat penegak hukum seharusnya memberikan contoh yang baik kepada masyarakat, agar tidak melanggar hukum. Namun, hal itu ternyata tidak ada dalam diri dua oknum jaksa berinisial DS dan AR.

Kedua jaksa yang sudah sama-sama menikah, berselingkuh dan tertangkap basah oleh suami DS, Sabtu (28/7/2012) malam, di sebuah kamar kontrakan Jalan Teratai, Pekanbaru, Riau.

Dua jaksa yang tertangkap basah, bertugas di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau. DS (perempuan) bertugas di bagian Pidana Umum, dan AR (pria) bertugas di bagian Pidana Khusus.

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru AKP Arief Fajar saat dikonfirmasi Tribun, Minggu (29/7/2012), membenarkan adanya

Selingkuh Dengan Oknum TNI, Oknum Polisi Terancam Pecat

Written By Dre@ming Post on Sabtu, 26 November 2011 | 09.19

Sabtu, 26 November 2011 09:09

MEDAN – Oknum Samapta Polresta Medan Ipda Neneng Armayanti terancam
ilustrasi

dijatuhi pemecatan setelah tertangkap basah berduaan dengan seorang pria yang diduga oknum perwira TNI di sebuah hotel di Binjai, Kamis (24/11/2011) kemarin.

Ancaman sanksi berat itu dihadapi Ipda Neneng berdasarkan pengaduan suaminya, Dodi Artha (40) penduduk Jalan Setiabudi, Medan Selayang ke Satuan Propam, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA), serta Satuan Reskrim Polresta Medan, Kamis (24/11/2011) kemarin. Menurut Kasi Propam Polresta Medan AKP Beni Sidabutar, pihaknya masih mendalami laporan tersebut, dan dalam waktu dekat ini akan memeriksa Ipda Neneng.

“Laporannya sudah ada, masih didalami agar memudahkan

Kepergok Mandi Bersama, Selingkuhan Istri Dicelurit Gaguk

Written By Dre@ming Post on Rabu, 19 Oktober 2011 | 20.57

Rabu, 19/10/2011 20:59

Lumajang - Siapa yang tak kalap melihat istri yang dikasihi dan memberinya satu anak, terang-terangan sekamar dan mandi bersama dengan pria idaman lain (PIL). Gaguk Mujiono (29) warga Lumajang, naik pitam.

Pria pengangguran itu membacok selingkuhan istrinya sekaligus saudaranya, Pailan (26) hingga lengannya putus. Korban diketahui berselingkuh dengan istrinya, Gigin Farida (27), saat pelaku berada di rumah orangtuanya di Desa/Kecamatan

Total Visitors


 
Support : Dre@ming Media | Dre@ming Post | I Wayan Arjawa, S.T.
Copyright © 2011. Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Excata Published by DLC
Proudly powered by Dre@ming Media