Indonesia: Mistery
Headlines News :

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label Mistery. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mistery. Tampilkan semua postingan

Pertengahan November Ini, Sampah Misterius akan Jatuh ke Bumi

Written By Dre@ming Post on Selasa, 03 November 2015 | 08.57

Nama "WTF" menunjukkan ekspresi kekagetan para ilmuwan sekaligus betapa misterius obyek tersebut. Gbr Ist
Sampah antariksa misterius akan jatuh ke Bumi pada pertengahan November.

Dibilang misterius karena ilmuwan belum mengetahui asal-muasal obyek tersebut.

Ilmuwan menamai obyek itu WT1190F.

Nama "WTF" menunjukkan ekspresi kekagetan para ilmuwan sekaligus betapa misterius obyek tersebut.

Obyek yang diperkirakan berukuran 1-2 meter itu akan jatuh ke Bumi pada 13 November 2015.

WT1190F bakal jatuh di Samudra Hindia, 65 kilometer dari wilayah paling selatan Sri Lanka.

Karena jatuh di samudra, kemungkinan obyek menghantam rumah penduduk atau kepala orang sangat kecil.

Jadi, tak perlu terlalu takut.

"Yang pasti saya tak perlu memancing di bawah obyek itu (akan jatuh)," ungkap Bill Gray, dari Jet Propulsion Laboratory in Pasadena, Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), yang ikut melacak obyek.

WT1190F ditemukan lewat program pengamatan Catalina Sky Survey pada awal Oktober 2015 lalu.

Obyek itu memiliki orbit yang sangat lonjong.

Terjauh, obyek bisa mencapai jarak 2 kali jarak Bumi-Bulan.

Diberitakan Nature, 23 Oktober 2015 lalu, ilmuwan memprediksi bahwa massa jenis obyek itu rendah dan punya rongga.

Jadi, ilmuwan memperkirakan, obyek itu adalah buatan manusia.

Ada beberapa perkiraan tentang asal-muasal obyek.

Salah satunya, bisa jadi sampah antariksa itu adalah sisa-sisa dari misi Apollo pada akhir tahun 1960-an.

Sementara awam mungkin takut akan adanya sampah antariksa yang jatuh ke bumi, ilmuwan justru berbahagia.

Jatuhnya WT1190F akan dimanfaatkan untuk melatih kemampuan melacak obyek antariksa yang jatuh ke bumi.

Di sekitar bumi, terdapat asteroid-asteroid yang lalu lalang.

Ilmuwan menyebutnya "near-earth asteroid".

Sewaktu-waktu, asteroid itu bisa jatuh ke bumi dan membahayakan.

Dengan melatih kemampuan melacak asteroid, ilmuwan ke depan bisa melakukan mitigasi bencana yang diakibatkan oleh obyek antariksa, mencegah kasus masa punahnya dinosaurus 56 juta tahun lalu terulang.

"Apa yang kami rencanakan sepertinya bisa berjalan," kata Gerhard Drolshagen, co-manager Badan Antariksa Eropa di Noordwijk, Belanda.

Masyarakat awam sendiri bila beruntung bisa menyaksikan jatuhnya sampah antariksa itu.

Sampah itu bisa terlihat seperti meteor ketika jatuh ke bumi.






sumber : tribun

Di Rumah Selingkuhan, Iptu Budi Tembak Kepala Sendiri

Written By Dre@ming Post on Minggu, 01 November 2015 | 09.18

“Tempat kejadian perkara di rumah wanita idaman lain atau WIL. Dia cuma berdua dengan wanita itu. Sekarang, dia menjadi saksi,” tutur Paryanto kepada wartawan, Sabtu (31/10/2015).Gbr Ist
TANGERANG – Kanit Lantas Polsek Cipondoh, Inspektur Satu Budi Riono, ditemukan tewas bunuh diri di Cluster Griya Kenanga Blok D, Cipondoh, pada Sabtu (31/10/2015) pagi.

Dia diduga mempunyai masalah pribadi sehingga nekat menghabisi nyawa sendiri menggunakan pistol.

Kapolsek Cipondoh, Komisaris Polisi Paryanto, mengatakan Budi melakukan aksi itu pada pukul 07.00 WIB. Saat ditemukan tewas, dia sedang berada di rumah teman dekat wanitanya.

“Tempat kejadian perkara di rumah wanita idaman lain atau WIL. Dia cuma berdua dengan wanita itu. Sekarang, dia menjadi saksi,” tutur Paryanto kepada wartawan, Sabtu (31/10/2015).

Paryanto enggan mengungkapan permasalahan pribadi korban. Aparat kepolisian saat ini sedang melakukan penyelidikan sesuai prosedur, meliputi pemeriksaan saksi, olah tempat kejadian perkara, dan autopsi jenazah.

Berdasarkan identifikasi awal, aparat kepolisian menemukan luka di kepala korban.

“Ada luka di atas telinga kanan. Luka tembak dari pistol sendiri,” tutur Paryanto.

Jenazah Budi telah diautopsi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tangerang dan akan dimakamkan di wilayah Meruya, Jakarta Barat, malam ini.







Dre@ming Post______
sumber : tribun

Paman dan Keponakan asal Jeneponto Bunuh Diri, Cinta Tak Direstui

Written By Dre@ming Post on Kamis, 16 Juli 2015 | 11.16

Mayat Daeng Ngasa (30) dan Jusna (15) di RS Syekh Yusuf, Sungguminasa, Gowa, Rabu (15/7/2015)
SUNGGUMINASA - Mungkin inilah yang dinamakan cinta tak mengenal batas. Tak mendapat restu atas cinta yang terjalin, pasangan sejoli, Daeng Ngasa (30) dan Jusna (15), memilih mengakhiri hidupnya dengan cara tragis.

Ironisnya kedua pasangan sejoli ini masih memiliki status keluarga alias hubungan antara paman dan keponakan.

Kapolsek Bajeng, AKP Amin Juraid, saat dikonfirmasi, menjelaskan bahwa kedua warga asal Jeneponto tersebut, awalnya ditemukan di depan halaman Masjid Agung Limbung, Kecamatan Bajeng Barat, Gowa, Rabu (15/7/2015).

"Ketika ditemukan warga dua orang ini tampak kejang-kejang. Dan keluar busa dari mulutnya. Dari TKP ditemukan botol yang diduga berisikan racun. Keduanya lalu dibawa ke puskesmas dulu. Kemudian dirujuk ke RSUD Syekh Yusuf Gowa," ujarnya.

Sayang nyawa pasangan yang berbeda usia 15 tahun ini tak tertolong.

"Pertama yang meninggal yang laki-laki, dan sorenya perempuan juga meninggal, " katanya lagi.

Polisi sempat mencari tahu keluarga korban dengan menghubungi nomor yang ada di handphone korban.

"Waktu ditelepon memang keluarganya yang angkat. Dan katakan kalau keduanya itu memang sudah dicari. Melarikan diri dari rumah, " katanya.

Informasi yang diterima dari Jawiah, keduanya sudah melarikan diri dari kampung mereka di Desa Samatari, Kecamatan Kelara, Jeneponto.

Pasangan ini tidak mendapat restu dikarenakan selain usia yang terpaut jauh, keduanya juga masih memiliki hubungan keluarga.

Kini jenazah keduanya masih berada di RSUD Syekh Yusuf Gowa untuk menunggu dijemput.

Namun dari informasi, pihak keluarga tidak ada yang sudi menerima.

AKP Amin Juraid, mengatakan sudah menerima laporan dari pihak rumah sakit jika tak ada keluarga yang ingin mengambil jenazah nya.

"Pihak rumah sakit sudah datang melapor kalau tidak ada keluarganya mau ambil. Kalau memang seperti itu mungkin akan diserahkan ke Dinsos untuk dimakamkan," ujar Amin.





sumber : tribun

Tia Merasa Cuma Setengah Jam, Dibawa Mahkluk Halus 3 Hari 3 Malam

Written By Dre@ming Post on Rabu, 08 Juli 2015 | 09.17

Gustia Anggraini
JAMBI - Sempat hilang tiga hari tiga malam karena diduga dibawa mahluk halus, akhirnya Gustia Anggraini (18) warga Jalan Kihajar Dewantara Parit II, Siswa Ujung Kuala Tungkal pulang sendiri ke rumah dalam keadaan selamat, Senin (6/7/2015) malam.

Ke mana sebenarnya ia menghilang? Tia panggilan akrabnya menuturkan tidak tahu sama sekali, bahkan hingga kemarin ditemui di rumahnya, ia masih cukup bingung.

Menurutnya, pada Sabtu (4/7/2015) malam, ia masuk ke dalam kamar, namun secara tiba-tiba sudah berada di tempat orang lain tanpa diketahui di mana itu.

Tia melihat dikelilingi oleh banyak sekali mahluk yang hanya berbalut jubah tanpa terlihat muka, ia didudukan di atas batu dengan tangan dirantai.

Selanjutnya diperintah untuk makan dan minum, namun ia menolak karena makanan yang diberi berbentuk cacing, begitupun air minumnya darah berbau sangat amis.

"Sudah tu saya disuruh ganti baju, ‎tapi pas baju itu kena kulit sakit sekali rasanya," cerita Tia.

Namun seketika datang seseorang memakai jubah putih dan memasukannya ke dalam jubah, tiba-tiba ia melihat sudah berada di belakang rumah.

Uniknya saat pertamakali tiba di belakang rumah, ia kaget ketika masyarakat yang sudah berkerumun dan keluarga bilang ia sudah hilang tiga hari tiga malam, karena menurut Tia ia hanya pergi sekitar setengah jam.









Dre@ming Post______
sumber : tribun

Drone Rekam, Inilah Kronologi Jatuhnya Pendaki ke Kawah Merapi

Written By Dre@ming Post on Senin, 18 Mei 2015 | 22.45

Inilah Lokasi terakhir jatuhnya pendaki di Gunung Merapi
Hampir Dipastikan Tewas, Inilah Kronologi Jatuhnya Pendaki ke Kawah Merapi

YOGYAKARTA - Eri Yunanto (21) terjatuh dan masuk ke dalam kawah Gunung Merapi. Mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta itu pun hampir dipastikan tewas.

Dicky (21), melihat teman pendakiannya itu terguling jatuh ke kawah Gunung Merapi setelah mengambil foto dari atas puncak batu Garuda. Sebelumnya Eri diperingatkan tak usah mendaki puncak Garuda.

"Setelah berfoto di atas puncak batu, ia kemudian berniat turun. Akan tetapi ia justru terpeleset dan jatuh dari kawah," ucap Dicky saat ditemui wartawan di Balai Resort TNGM-BARAMERU Boyolali, Minggu (17/5/2015).

Ia menjelaskan, saat itu banyak orang yang berada di puncak, namun yang benar-benar melihat tubuh Eri terjatuh hanya dirinya.

"Seketika ia jatuh, saya langsung berusaha menolong dan memanggil namanya. Saya sempat melihat tubuhnya terguling-guling. Namun setelahnya tidak dapat lagi melihat tubuh teman saya itu, karena tertutup oleh bibir tebing," tuturnya.

Koordinator Relawan Barameru, Samsuri mengatakan pada Jumat (15/5/2015), setidaknya terdaftar 700 orang yang naik ke puncak Merapi. Sementara, Sabtu pagi hingga sore hari sebelum penutupan jalur pendakian, terdapat 400 orang yang naik.

"Setelah jalur ditutup pada Sabtu (16/5/2015) sore, kami perkirakan masih ada sekitar 400 pendaki yang masih tertahan di sepanjang jalur pendakian. Setelah penutupan, pendaki berganti mendaki Merbabu," ceritanya.

Operasi evakuasi Eri Yunanto (21), petugas sampai mengerahkan memakai alat khusus berupa alat bantu pernapasan (breathing aparatus) dan pesawat mini tanpa awak atau drone.

Pengendali Misi Pencarian (SMC) Suwiknya mengatakan, dua alat tersebut berfungsi untuk mempermudah evakuasi. Hal itu berkait medan dan kondisi jatuhnya survivor di kawah Merapi.

"Drone kami gunakan untuk memetakan tempat dugaan jatuhnya pendaki. Dari situ akan dievaluasi jalur yang bisa ditempuh oleh penyelamat. Kami menerjunkan dua drone dalam misi ini," ujarnya, Minggu (17/5/2015).

Sementara itu, breathing aparatus berfungsi untuk mengurangi risiko terhirupnya gas beracun yang ada di kawah Merapi. Ia mengatakan, waktu efektif untuk melakukan pencarian adalah pukul 10.00 sampai pukul 13.00 WIB.

"Kami juga harus melihat arah angin, sebab bila angin cenderung diam, justru berbahaya untuk penyelamat. Karena konsentrasi gas beracun tinggi. Kalau ada angin berembus, udara akan bersirkulasi," tutur pria yang juga Kepala Resort Selo SPTN wilayah II Boyolali.

Drone Rekam Posisi Pendaki Yang Jatuh ke Kawah Merapi

YOGYAKARTA - Hingga Minggu (17/5/2015) malam, Eri Yunanto (21), seorang pendaki gunung yang jatuh ke bagian kawah Gunung Merapi belum ditemukan.

Namun, tim pencarian telah mengidentifikasi posisi survivor tersebut lewat foto-foto yang direkam dari pesawat mini tanpa awak atau drone.

Komandan tim Search and Resque Daerah Istimewa Yogyakarta (SAR DIY), Brotoseno, mengatakan drone sudah dapat memantau obyek di dasar kawah Merapi yang diduga kuat Eri.

"Survivor telah diketahui posisinya. Dia tegak lurus di bawah jalur puncak," ujarnya, Minggu (17/5/2015).

Tim SAR DIY menggunakan drone untuk mempermudah melacak posisi survivor. Bantuan drone yang dilengkapi kamera diperoleh dari tim Universitas Gadjah Mada (UGM).

Meski posisinya diketahui, ia belum dapat memastikan kondisi Eri saat ini. Brotoseno menambahkan, saat ini tim tengah membuat jalur rintisan dan jalur savety line yang diperlukan jika diperlukan proses evakuasi.

Seperti diberitakan, Eri jatuh ke dinding kawah Merapi ketika hendak turun dari Puncak Garuda. Setelah berfoto di atas Puncak Garuda, Eri terpeleset dan jatuh tergelincir dalam kubah lava sedalam kurang lebih 150 meter.

"Kondisi survivor belum bisa dipastikan. Hal ini karena rescuer belum bisa sampai di titik koordinat survivor," tambahnya.

Tim SAR DIY sendiri menerjunkan lima regu untuk evakuasi survivor. Masing-masing terdiri atas 10 personel.

Pengendali Misi Pencarian (SMC) Suwiknya mengatakan, tim pencarian dilengkapi drone dan alat bantu pernapasan (breathing apparatus) untuk mempermudah evakuasi. Hal itu berkaitan medan dan kondisi jatuhnya survivor di kawah Merapi.

"Drone kami gunakan untuk memetakan tempat dugaan jatuhnya pendaki. Dari situ akan dievaluasi jalur yang bisa ditempuh oleh penyelamat. Kami menerjunkan dua drone, dalam misi ini," ujarnya.

Sementara itu, breathing aparatus berfungsi untuk mengurangi risiko terhirupnya gas beracun yang ada di kawah Merapi. Ia mengatakan, waktu efektif untuk melakukan pencarian adalah pukul 10.00 sampai pukul 13.00 WIB.

"Kami juga harus melihat arah angin, sebab bila angin cenderung diam, hal itu justru berbahaya untuk penyelamat, karena konsentrasi gas beracun tinggi. Kalau ada angin berembus, maka udara akan bersirkulasi," tutur Suwiknya yang juga Kepala Resort Selo SPTN wilayah II Boyolali.

Tubuh Eri Diketahui dan Diangkat dari Kawah Merapi Sedalam 150 Meter

JOGJA - Tim SAR gabungan berhasil menemukan jenazah Erri Yunanto (21) yang terjatuh ke dalam kubah lava Gunung Merapi, Senin (18/5/2015).

Saat ini tim tengah melakukan proses pengangkatan tubuh Erry dari tebing kubah lava sedalam 150 meter.

Komandan SAR DIY, Brotoseno menuturkan dua orang rescuer dari SAR DIY dan Barameru Selo, berhasil menemukan tubuh korban pada pukul 13.37 ini.

Kedua rescuer menemukan tubuh Erri setelah turun ke dalam kawah Merapi.

"Korban ditemukan dalam keadaan meninggal. Saat ini sedang dalam proses pengangkatan ke bibir kubah," jelas Brotoseno.

Perjuangan Tim SAR bertaruh nyawa lantaran dari pantuan kemera thermal, suhu di dasar kawah mencapai 35 hingga 70 derajat celcius.

"Memang harus dengan kesabaran dan perhitungan serta pertimbangan teknis yang cermat, karena dinding kubah yang labil dan gampang longsor," jelasnya.

Ia juga menjelaskan saat ini pihak SAR tengah menyiapkan tambahan Search and Rescue Unit (SRU) untuk tambahan bantuan dalam proses evakuasi.

"Alhamdullilah cuaca siang ini kondusif, jadi tim dapat menemukan korban," tandas Brotoseno.

Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan jika suhu di kawah Merapi di kisaran 160-420 derajat celcius.

Sedangkan rekomendasi dari Badan Geologi, evakuasi terhadap Eri Yunanto yang jatuh di kawah tersebut sebaiknya dilakukan sebelum pukul 12.00.

Korban diketahui berada di sekitar 300 meter dari bibir kawah, sehingga evakuasi dilakukan dengan teknik vertical rescuer. Tim SRU pun sempat turun sampai ke 50 meter dari bibir kawah.

"Kondisi medan berat tapi 12 orang sudah dapat dikerahkan. Enam orang di bibir kawah untuk memegang tali, dan sisanya di sepanjang jalur tali," papar Sutopo.










sumber : tribun

Kondisi Korban Belum Jelas, Satu Pendaki Terjatuh ke Kawah Merapi

Written By Dre@ming Post on Minggu, 17 Mei 2015 | 02.33

Pendaki menuruni sisi utara Gunung Merapi (2.896 mdpl) menuju pos Pasar Bubrah di jalur Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (8/6/2014).
BOYOLALI – Terjadi tragedi pada pendakian Gunung Merapi pada hari Sabtu (16/5/2015).

Seorang pendaki yang diketahui bernama Eri Yunanto dikabarkan terpeleset dan terjatuh ke dalam kawah Merah, Gunung Merapi, Sabtu siang.

Hingga malam ini tim SAR dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali masih melakukan evakuasi dan belum memastikan apakah korban yang berasal dari Yogyakarta ini masih hidup atau tidak.

Koordinator Relawan Barameru Merapi, Samsuri menuturkan korban mendaki Merapi bersama lima orang temannya dari Selo, Boyolali, Jumat (15/6/2015) malam.

Saat berada di kawasan puncak merapi, korban terpeleset dan jatuh ke dalam kawah.

Kelima teman korban langsung turun dan sampai di Pos Pendakian pintu Selo sekitar pukul 14.00 WIB untuk melaporkan kejadian naas tersebut.

"Sekitar pukul 15.00 WIB, Tim SAR bersama relawan dan warga langsung menuju puncak untuk melakukan proses evakuasi, dan masih belum ada kabar," ujar Samsuri saat dihubungi.

Menurutnya, proses evakuasi diperkirakan akan sulit dilakukan karena saat tim evakuasi sampai ke lokasi dipastikan hari sudah petang.

"Selain itu, kedalaman kawah merapi juga cukup dalam, yang mencapai 200 meter. Kami berharap secepatnya ada kabar tentang kondisi korban," tandasnya.

Marak di Akhir Pekan

Seperti diberitakan, jumlah pendaki ke puncak Gunung Merapi melalui jalur Dukuh Plalangan, Desa Lencoh, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, sejak dibuka Senin (16/3/2015) terus meningkat.

Jumlah pendaki ke Merap, Jumat (20/3/2015) bersamaan hari libur mencapai sekitar 400 orang, sedangkan Sabtu (21/3/2015) meningkat hingga 700 pendaki.

Menurut dia, para pendaki datang dari berbagai kota di Pulau Jawa, antara lain Surabaya, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, dan Purwokerta.

"Puncaknya jumlah pendaki terjadi pada Sabtu (22/3) malam yang tercatat sebanyak 700 orang," kata Samsuri, petugas retribusi wisata pendakian dari BTNGM di Dukuh Plalangan Boyolali.











sumber : tribun

Rumah Gadis sebagai Simbol Durga Tetap Tegak Saat Gempa Nepal

Written By Dre@ming Post on Senin, 04 Mei 2015 | 07.45

Kumari Samita Bajracharya terlihat dari jendela rumahnya di Lalitpur, Nepal
Ketika gempa bumi maut melanda Nepal pekan lalu, kuil-kuil dan patung-patung utama di Lapangan Darbar di Kathmandu ambruk.

Anehnya, rumah seorang gadis berusia sembilan tahun yang dipuja-puja sebagai dewi tetap tegak berdiri.

“Dia melindungi kita,” kata Durga Shakya, penjaga rumah Kumari atau dewi Samita Bajracharya, yang seperti semua pemujanya, berasal dari masyarakat adat Newar di lembah Kathmandu.

Kumari dikenal sebagai salah seorang gadis yang dipuja-puja sebagai simbol dari dewi Hindu Durga sampai mereka mencapai usia pubertas dan kemudian digantikan.

Kumari tinggal dalam isolasi di istana kecilnya dan hanya muncul pada hari-hari perayaan dimana dia diarak di Kathmandu dengan mengenakan pakaian upacara adat.

Penjaga rumahnya, Shakya, mengatakan, “lihat sekeliling, rumah Kumari tetap tegak. Hanya retak sedikit di salah satu sisi, tapi selain itu tidak ada apa-apa. Bahkan di dalamnya, tidak ada barang yang jatuh, semuanya baik-baik saja.”

Gempa bumi berkekuatan 7,8 Skala Richter itu telah menewaskan sedikitnya 6.000 orang dan jumlahnya diperkirakan akan terus bertambah.

PBB mengatakan lebih dari 8 juta orang terkena dampak gempa dan sedikitnya dua juta orang mengungsi.

Masih banyak korban tertimbun

Runtuhnya bangunan berupa tower apartemen cukup menyulitkan tim penyelamat mencari korban yang tertimbun.

Misalnya di Kathmandu Tower, dari 375 orang kunjungan jelang terjadinya gempa, baru 325 yang berhasil dievakuasi dari reruntuhan.

Sisanya diperkirakan masih tertimbun reruntuhan.

Beberapa titik yang dijangkau oleh tim lembaga kemanusiaan Pos Keadilan Peduli Ummat (PKPU), seperti apartemen di kawasan Distrik Thamel Kathmandu.

"Di lokasi itu masih ada sembilan korban yang tertimbun dan masih ada satu lagi yang belum ditemukan. Dalam tim ini selain tim DRM PKPU juga Tim India Rescue dan Tentara Nasional Nepal," kata Manager Disaster Risk Management (DRM) PKPU Kaimuddin yang berada di Nepal, Sabtu (2/5/2015).

Sementara itu, ia menyebut sejumlah wilayah lainnya dilaporkan belum terjangkau lembaga kemanusiaan setempat maupun internasional. Misalnya wilayah Gurkha.

"Daerah perbukitan, terhambatnya jaringan komunikasi dan akses jalan yang terputus cukup menyulitkan untuk memberikan bantuan," kata Mayin, relawan asal Gurkha yang mendamping relawan PKPU.

Sampai saat ini, kegiatan ekonomi dibeberapa tempat masih belum pulih. Toko dan pusat perbelanjaan belum sepenuhnya beroperasi.

"Gempa susulan yang terjadi dan banyaknya bangunan yang runtuh membuat warga masih khawatir dan memilih mendirikan tenda di luar rumah," kata Kaimuddin.

Data evakuasi korban yang meninggal sementara lebih dari 6.200 orang lebih, walau perkiraan pemerintah Kathmandu jauh diatas angka ini.











sumber : tribun

Kelelawar Oranye yang Dianggap Pesugihan Ini Dibunuh Pinta Warga

Written By Dre@ming Post on Selasa, 21 April 2015 | 08.59

Fajar menunjukkan kelelawar aneh yang berhasil dia tangkap. Warga ketakutan atas keberadaan hewan tersebut
PROBOLINGGO - Sejumlah warga Kelurahan Sidopokso, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, dihebohkan dengan penemuan kelelawar aneh.

Kelelawar itu ditemukan di rumah Rohim, warga setempat yang berprofesi sebagai TNI.

Warga mengaku ketakutan atas keberadaan hewan itu karena dianggap sebagai hewan pesugihan dan mendatangkan malapetaka.

Yang aneh, kelelawar tersebut tidak berwarna hitam sebagaimana lazimnya kelelawar.

Sayap dan tubuhnya berwarna kuning dipadu oranye. Wajahnya juga mengerikan.

Bahkan, menurut warga, kelelawar itu sesekali membesar dan sesekali mengecil.

Kini kelelawar aneh itu disimpan di dalam stoples di rumah warga.

Fajar, warga setempat yang menangkap kelelawar aneh tersebut, mengatakan, dirinya menangkap hewan yang masuk ke rumah Rohim itu pada malam hari.

Seorang diri selama beberapa jam, dia berhasil menangkap hewan itu setelah menutup semua pintu dan lubang.

“Hewan ini tidak biasa. Jadi cara menangkapnya juga tidak biasa. Ratusan warga langsung melihat hewan ini. Mereka ada yang merasa takut karena menganggap hewan itu hewan jadi-jadian atau pesugihan,” kata Fajar saat ditemui, Senin (20/4/2015).

Jumaati, tetangga Fajar, yakin bahwa hewan itu pesugihan atau jadi-jadian.

Saat baru ditangkap, hewan itu lebar dan besar seperti elang. Namun, setelah ditangkap dan disimpan di dalam stoples, hewan itu semakin mengecil.

“Kami takut uang kami hilang. Kami yakin hewan itu jadi-jadian. Ada tetangga yang bilang itu tuyul berupa kelelawar,” ujar Jumaati.

Pada saat bersamaan, sejumlah warga baik dewasa maupun anak-anak terus berdatangan untuk melihat.

i antara mereka, ada yang mengusulkan agar hewan itu dibunuh.

Fajar tidak menggubris permintaan warga agar membunuh hewan itu. Dia membiarkannya berada di dalam rumahnya.





Dre@ming Post______
sumber : tribun

Roh Orang Mati Dimanfaatkan, Permainan Nini Thowong Sembuhkan Orang Sakit?

Written By Dre@ming Post on Minggu, 05 April 2015 | 16.07

Ilustrasi permainan memanggil roh, bisa menyembuhkan orang sakit
Tak jauh berbeda dengan jailangkung, ada lagi permainan memangggil roh serupa yakni nini thowong atau nini thowok yang juga memanfaatkan roh orang mati.

Bagaimana menerangkan secara logis, boneka ini bisa menari-nari sendiri dan bahkan konon dengan caranya yang unik bisa menyembuhkan orang sakit?

Lain dengan jailangkung, nini thowong tidak bisa dimainkan oleh sembarang orang, karena mantera pemanggilan roh hanya bisa dilakukan oleh pawang khusus dari keturunan pawang sebelumnya.

Selain itu permainan nini thowok melibatkan lebih banyak orang, lantaran harus menggunakan seperangkat gamelan untuk mengiringi boneka Nini yang menari karena kerasukan roh.

Permainan tradisional ini, sampai sekarang masih terpelihara dengan baik di Dusun Grudo, Kelurahan Panjangrejo, Kecamatan Pundong, Bantul—20 km selatan Yogyakarta. Pada saat tertentu seperti panen padi, nini thowong dipentaskan di halaman terbuka di bawah bulan purnama.

Perwujudan nini thowong adalah boneka yang diberi pakaian dan dirias seperti gadis, sebelum pentas terlebih dahulu dibawa ke kuburan oleh pawang supaya dirasuki roh halus.

Setelah pawang dengan manteranya yakin ada roh telah menyusup ke boneka itu, 4 perempuan menggendongnya memasuki arena diiringi dengan tembang Boyong, "Ayo mupu bocah bajang mmbute abang arang" (Mari memelihara anak kerdil yang rambutnya merah dan jarang).

Menurut Sumardi, seniman karawitan yang perakit boneka nini thowong, syair tembang Boyong yang dilagukan itu bukan nyanyian biasa. Begitu pula tembang Bagoya yang fungsinya untuk membangkitkan roh supaya menari dan berkomunikasi dengan penonton, bukan tembang untuk telinga manusia.

Melainkan syair puja buat Nini Thowong supaya girang hatinya. "Syair itu tak ada dalam khazanah tembang-tembang Jawa,” ujar Sumardi sambil menambahkan, mahkota rambut boneka nini thowong harus berasal dari daun-daunan dan bunga-bungaan yang tumbuh di kuburan.

Jauh berbeda dengan kemampuan jailangkung, nini thowong bisa menari-nari sesuai irama gamelan. Nini thowong yang biasanya dipentaskan malam hari, bisa juga diajak berkomunikasi. Kalau dialog dengan jailangkung menggunakan bahasa tulis, nini thowong berkomunikasi lewat bahasa gerak dan isyarat.

Dari segi hiburan, nini thowong memang lebih menarik. Meski sesungguhnya, permainan yang sakral dan cukup berbahaya itu tidak bisa ditanggap di sembarang tempat, apalagi dikomersialkan.

"Untuk pentas sungguhan, kita perlu selamatan lebih dulu," tambah Suwardi yang mengelola kelompok kesenian nini thowong Dusun Grudo. Bahkan melalui bahasa gerak, boneka nini thowongbisa dimintai tolong untuk menyembuhkan orang sakit.

Ada lagi kisah lain nini thowong yang berperan selaku penuntun sekaligus interpreter antara alam gaib dengan dunia nyata. Dalam pentasnya beberapa waktu berselang, kisah Sumardi, roh dalam boneka setinggi 140-an cm itu bisa menolong penderita asma akut. Terlebih dulu, si dukun menanyakan kesanggupan roh untuk mengobati, sementara si penderita diperlihatkan di pentas di hadapan penonton nini thowong mengangguk menyanggupi.

Lalu boneka yang dipegangi oleh 4 wanita itu ngeloyor berjalan menuju ke sebuah tegalan sekitar 300 m dari arena. Tiba-tiba tangan boneka yang terbuat dari kumpulan batang padi itu menunjuk-nunjuk beberapa daun tanaman yang tumbuh di ladang tersebut.

"Setelah daun-daun itu direbus dan diminumkan, si penderita asma itu sembuh dan sehat sampai sekarang," kata Sumardi. Sulit dipercaya memang.




sumber : tribun

Pengusaha Tambang Lempari Masjid, Tersinggung Isi Khotbah Jumat

Written By Dre@ming Post on Sabtu, 30 Agustus 2014 | 09.36

Sejumlah polisi berpakaian preman di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan tengah bersiaga di depan Mesjid setelah terjadi insiden pelemparan saat khutbah Jumat berlangsung. Jumat, (29/08/2014).
GOWA - Daeng Lira, salah seorang warga di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, nekat melempari masjid hingga memicu keributan, Jumat (29/8/2014). Aksi nekat Daeng Lira itu dilakukan lantaran dia tersinggung oleh isi khotbah shalat Jumat.

Informasi yang dihimpun Kompas.com, peristiwa yang terjadi di Masjid Nurul Amanah, Dusun Lepalepa, Desa Bontomanai, Kecamatan Bajeng Barat, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, itu bermula saat Ustaz H Arifuddin Rani selaku khatib menyampaikan khotbah tentang dampak kerusakan alam akibat tangan-tangan manusia.

Isi khotbah tersebut membuat Daeng Lira yang juga ikut shalat Jumat di masjid yang sama merasa tersinggung. Pelaku kemudian melempari masjid dengan sebuah benda hingga memicu keributan di antara jemaah.

"Ustaz bilang kerusakan alam terjadi karena ulah manusia, mulai dari lumpur Lapindo dan pembabatan hutan. Gara-gara inilah Daeng Lira tersinggung karena dia punya tambang galian C," jelas Zainal, salah seorang warga setempat.

Keributan ini mereda setelah pelaku pelemparan ditenangkan dan dievakuasi oleh kerabatnya. Khotbah shalat Jumat pun terus berlanjut hingga usai.

Sebagian jemaah shalat Jumat sudah menganggap bahwa permasalahan ini telah selesai. Namun, beberapa menit setelah jemaah pulang ke rumahnya masing-masing, puluhan warga dari Dusun Passimbungang, Desa Bontomanai, yang merupakan kerabat Ustaz H Arifuddin Rani datang menyisiri kampung untuk mencari pelaku pelemparan masjid.

Suasana reda setelah puluhan aparat Unit Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor (Reskrim Polres) Gowa tiba di lokasi dan menenangkan para warga yang sudah tersulut emosi.

"Masak orang sementara (sedang) khotbah dilempari, apa ini tidak kurang ajar namanya," teriak Iskandar Ismail, salah seorang kerabat khatib. Informasi yang dihimpun Kompas.com, warga setempat memang mengeluhkan maraknya tambang liar golongan C yang memicu kerusakan jalan akibat lalu lalangnya truk pengangkut timbunan kebutuhan properti. Kondisi itu seakan mendapat restu dari pihak pemerintah desa setempat.

Sementara itu, aparat kepolisian yang dikonfirmasi terkait peristiwa ini mengaku telah mengendalikan situasi.

"Anggota di lapangan masih kami siagakan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dan warga sudah bubar setelah kami lakukan pendekatan persuasif," tukas Ipda P Malelak, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polres Gowa.


sumber : kompas

Greg Nwokolo Diperiksa Sebagai Saksi atas Laporan Dugaan Pemerkosaan

Written By Dre@ming Post on Rabu, 28 Agustus 2013 | 00.21

Striker Timnas Indonesia Greg Nwokolo diperiksa di Mapolres Jakarta Selatan, Jl Wijaya II, Jakarta Selatan, terkait laporan seorang wanita bernama Rahelia Gaby yang mengaku diperkosa dan dianiaya. Dalam pemeriksaan tersebut Greg dicecar 10 pertanyaan dan statusnya diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi.
Jakarta - Striker Timnas Indonesia Greg Nwokolo diperiksa di Mapolres Jakarta Selatan, Jl Wijaya II, Jakarta Selatan, terkait laporan seorang wanita bernama Rahelia Gaby yang mengaku diperkosa dan dianiaya. Dalam pemeriksaan tersebut Greg dicecar 10 pertanyaan dan statusnya diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi.

"Malam ini Greg diperiksa sebagai saksi terkait kasus yang dihadapinya," ujar salah satu tim kuasa hukum Greg, Sapta Simon ketika dikonfirmasi, Selasa (27/8/2013).

Dalam pemeriksaan yang dilakukan di ruangan reskrim, Sapta menjelaskan Greg telah memberikan keterangan yang sebenarnya terkait kasus percobaan pemerkosaan yang diduga dilakukan pria kelahiran Nigeria tersebut.

"Pokoknya Greg telah memberikan kesaksian dan keterangan yang sebenar-benarnya," tutur Sapta.

Striker Timnas Greg Nwokolo dilaporkan seorang wanita cantik atas percobaan perkosaan dan penganiayaan pekan lalu. Pelapor Rahelia mengaku dianiaya karena menolak diajak berhubungan intim pada pertengahan Agustus lalu di rumah kontrakan Greg di Cilandak. Greg telah menyangkal tuduhan itu dan melaporkan balik si pelapor dengan tuduhan fitnah.


sumber : kompas

Albertus Menginap di Hotel, Saksi Sering Melihat Sisca Diikuti Pemotor

Written By Dre@ming Post on Jumat, 16 Agustus 2013 | 07.47

Surat cinta dari Kompol Albertus juga ditemukan di kamar kos Sisca. Selain itu, dia juga diketahui menyuruh anak buahnya untuk menguntit Sisca.
Saksi Sering Melihat Sisca Diikuti Pemotor 

Bandung, - Rudi anak pemilik kos dimana Sisca Yofie (34) tinggal mengatakan korban sering diikuti oleh pemotor. Selain Rudi, satpam yang menjaga wilayah itu juga sering melihat motor pelaku di sekitaran rumah korban.

"Sejak 4 hari sebelum kejadian, saya pernah melihat pemotor nongkrong di deket rumah. Selain dirinya, temennya yang saat itu main juga pernah lihat. Satpam juga pernah lihat motor itu kaya sedang menunggu orang," ujar Rudi saat ditemui di kediamannya, Jalan Cipedes, Bandung, Kamis (15/8/2013).

Rudi mengatakan, saksi kunci Yadi juga mengatakan hal yang sama pada saat ditanya oleh polisi.

"Berdasarkan keterangan Yadi pada saat olah TKP yang dilakukan polisi dua hari setelah Sisca meninggal, sebelum kejadian ada dua motor mengikuti mobil sisca," ujar Rudi.

Rudi tidak yakin bahwa kasus pembunuhan ini hanya sebatas kasus penjambretan. Hal tersebut dikarenakan tas korban tidak dibawa oleh pelaku.

"Setahu saya tas tidak hilang karena waktu masukkin mobil ada tas warna cokelat di bawah bangku penumpang sebelah kiri," imbuh Rudi.

Mengapa Kompol Albertus Menginap di Hotel Pada Hari Terbunuhnya Sisca?

Jakarta - Polisi menyebut Kompol Albertus Eko Budi berada di sebuah hotel di Bandung saat peristiwa pembunuhan Sisca Yofie (34) pada Senin (5/8) lalu terjadi. Kompol Albertus diketahui bertempat tinggal di Bandung, lalu mengapa dia menginap di hotel?

"Dia orang Bandung," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul saat berbincang dengan detikcom, Kamis (15/8/2013) malam.

Martinus mengatakan Kompol Albertus tak ada kaitannya dengan pembunuhan Sisca Yofie. Keberadaan Kompol Albertus di hotel untuk berlibur.

"Dia tidak terlibat. Itu kan hari libur, dibawa istrinya ke hotel," ujarnya.

Martinus sebelumnya telah mengonfirmasi anak buahnya yang saat ini betugas di Bidhumas Polda Jabar tersebut memiliki hubungan khusus dengan Sisca. Mereka berpacaran selama dua tahun atau 2010 hingga 2012, padahal Kompol Albertus adalah pria beristri.

Surat cinta dari Kompol Albertus juga ditemukan di kamar kos Sisca. Selain itu, dia juga diketahui menyuruh anak buahnya untuk menguntit Sisca.

Hotel Tempat Kompol Albertus Menginap Berjarak 3 Km dari Kos Sisca Yofie

Bandung - Kompol Albertus Eko Budi berada di sebuah hotel di Bandung saat peristiwa pembunuhan Sisca Yofie (34) pada Senin (5/8) lalu terjadi. Ternyata, hotel tempat Kompol Albertus menginap bersama istrinya tak jauh dari kos atau TKP pembunuhan Sisca Yofie.

Kompol Albertus bersama istri diketahui menginap di The Majesty Hotel Bandung. Hotel itu terletak di Jalan Dr Setiabudi, Bandung.

Penelusuran detikcom, jarak hotel itu dengan kos Sisca Yofie yang berada di Jalan Setra Indah Utara hanya sekitar 3 Km. Waktu tempuh kurang lebih sekitar 15 menit.

Kompol Albertus diketahui berada di hotel itu untuk berlibur bersama sang istri. Polisi mengatakan polisi yang bertugas di Bidhumas Polda Jabar itu tak terkait dengan pembunuhan Sisca Yofie.

"Dia tidak terlibat. Itu kan hari libur, dibawa istrinya ke hotel," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul saat berbincang dengan detikcom, Kamis (15/8/2013) malam.

Martinus sebelumnya telah mengonfirmasi anak buahnya itu memiliki hubungan khusus dengan Sisca. Mereka berpacaran selama dua tahun atau 2010 hingga 2012.




sumber : detik

Pengakuan Saling Berkaitan, Ini Alasan A yang Terlibat Pembunuhan Sisca

Written By Dre@ming Post on Senin, 12 Agustus 2013 | 07.08

"W menyebut ngajak A ke atas (daerah lain yang tak jauh dari kediaman kedua pelaku). Kalau A mengaku diajak W untuk mengambil proposal. Sementara ini sudah mengait (pengakuan) keduanya. Tapi kita perlu cocokan lagi soal rencana awal A dan W," ucap Sutarno.
Ini Alasan A yang Terlibat Pembunuhan Sisca Serahkan Diri ke Polisi 

Bandung, - Satu dari dua pelaku terkait kasus pembunuhan Sisca Yofie (34) menyerahkan diri kepada polisi. Apa alasan pria berinisial A (33) itu menyerahkan diri ke polisi dengan diantar keluarga?

"Beberapa hari setelah kejadian itu (Sisca tewas), dia (A) seperti orang linglung. Gelisah. Malah enggak makan-makan," kata Ahri kepada wartawan di kediamannya, kawasan Sukamulya, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Minggu (11/8/2013)

Ahri (65) membenarkan kalau A sebagai cucunya. Ia juga ayah kandung dari W yang merupakan paman A.

Kedua pelaku tersebut satu atap tinggal di tempat Ahri. Selepas kejadian yang berujung tewasnya Sisca, A balik ke rumah. Sementara W tidak diketahui keberadaannya sambil membawa sepeda motor milik A.

Ahri pun mencoba menelisik ikhwal kenapa cucunya terebut berprilaku tidak seperti biasanya. Ia langsung bertanya kepada A. "Cucu saya itu mengaku terlibat kasus penjambretan," ucapnya.

Ahri kaget mendengar ungkapan A. Tak berpikir panjang, Ahri bergegas meminta agar A tidak kabur dan menyerahkan diri.

"Kemudian saya antar dia ke kantor polisi (Polsek Sukajadi). Kami pihak keluarga sengaja menyerahkannya agar keterangan bisa jelas," beber Ahri.

Dari pengakuan A, terbunuhnya Sisca bermula dari motif penjambretan. Hasil pengembangan penyelidikan dan keterangan A, Tim Satreskrim Polrestabes Bandung berhasil menangkap pelaku utamanya yakni W (45). Dua pria tersebut masih satu keluarga.

Pengakuan Kedua Pelaku Kasus Sisca Saling Berkaitan

Jakarta - Pria berinisial A menyebut kronologi insiden berdarah yang merenggut nyawa wanita berparas cantik, Sisca Yofie (34), berawal dari aksi penjambretan. Kendati menyerahkan diri, polisi sempat tak percaya perihal ucapan A. Pelaku utama yakni W yang berhasil diringkus pun diinterograsi saol keterangan A. Hasilnya, pengakuan mereka saling berkaitan.

Tim Satreskrim Polrestabes Bandung menyergap W saat melintas menggunakan sepeda motor sambil membonceng istrinya, L, di kawasan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Minggu (11/8/2013) siang. W pun digelandang ke Mapolrestabes Bandung. Selanjutnya W dikroscek terkait pengakuan A soal motif penjambretan yang berujung tewasnya Sisca lantaran luka terseret dan bacok.

"Tadi saya tanya ke dia (W). Ceritanya ternyata sama dengan pengakuan A. Jadi sudah klop (pengakuan) keduanya," jelas Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Sutarno di Mapolrestabes Bandung, Minggu (11/8/2013) malam.

Setiba di Mapolrestabes Bandung, W langsung dicecar pertanyaan. W tidak mengetahui kalau A yang merupakan keponakannya ini menyerahkan diri ke Polsek Sukajadi pada Sabtu (10/8/2013).

Kendati mayoritas pengakuan A dan W saling berkaitan, kata Sutarno, pihaknya perlu mendalami penyidikan lantaran ada pernyataan dari keduanya yang belum sinkron. Terutama soal rencana serta niat awal A dan W sebelum menjambret.

"W menyebut ngajak A ke atas (daerah lain yang tak jauh dari kediaman kedua pelaku). Kalau A mengaku diajak W untuk mengambil proposal. Sementara ini sudah mengait (pengakuan) keduanya. Tapi kita perlu cocokan lagi soal rencana awal A dan W," ucap Sutarno.

Ahri (65), ayah kandung W sekaligus kakeknya A, menyebut kedua anggota keluarganya itu pergi dari rumah itu mengambil sumbangan memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia. Selama ini A dan W tinggal satu atap di rumah yang jaraknya sekitar satu kilometer dari tempat indekos Sisca.

"Waktu itu (Senin sore) anak (W) dan cucu (A) saya bilang mau pergi mengambil sumbangan untuk acara kegiatan Agustusan," kata Ahri saat ditemui wartawan di kediamannya, kawasan Sukamulya, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Minggu (11/8/2013) siang.



sumber : detik

Metode Pengobatan Teraneh, Potong Vena Hingga Mengebor Tengkorak

Written By Dre@ming Post on Kamis, 08 Agustus 2013 | 08.34

Trepanning adalah sebuah tindakan mengebor lubang kecil ke dalam tengkorak untuk mengekspos dura mater atau membran luar otak. Praktik ini diyakini dapat mengurangi tekanan dan mengobati masalah kesehatan di dalam kepala. Cara ini juga diyakini dapat menyembuhkan epilepsi, migrain, dan gangguan mental dan patah tulang tengkorak. Tak heran, paparan kuman pada otak melalui udara sering berakibat fatal.
Jakarta - Beruntung saat ini sudah banyak metode modern yang semakin mengurangi rasa sakit saat tindakan medis dilakukan. Pada abad pertengahan, banyak tindakan perawatan medis yang terbilang aneh dan dilakukan dengan cara yang cukup berbahaya.

Beberapa metode pengobatan aneh tersebut antara lain sebagai berikut, seperti dikutip dari Listverse, Rabu (7/8/2013).

1. Bloodletting Dokter dari periode abad pertengahan percaya pada hal-hal yang disebut 'humor', atau cairan tertentu dalam tubuh seperti darah, empedu kuning, empedu hitam, dan dahak. 'Humorism' dikembangkan dokter Yunani dan Romawi yang percaya kelebihan atau kekurangan salah satu dari empat cairan akan sangat mempengaruhi kesehatan seseorang.

Di abad pertengahan, darah berlebih sering dilihat sebagai penyebab beberapa penyakit. Oleh karena itu, dokter akan menghilangkan sejumlah besar darah dengan dua cara, yaitu leeching (menggunakan lintah) dan venesection (memotong vena dengan pisau yang disebut fleam).

2. Medical Astrology Di abad pertengahan, astrolog begitu dipuja akan dan dianggap sebagai penyihir. Namun sebenarnya mereka adalah sarjana yang memberi saran untuk meningkatkan hasil panen, memperkirakan cuaca, dan memberitahu keluarga akan seperti apa kepribadian anak mereka nanti.

Dokter akan merujuk pada kalender khusus yang berisi peta bintang untuk membantu menentukan diagnosis. Di tahun 1500-an, para dokter di Eropa secara hukum perlu menilai horoskop pasien sebelum memulai pemeriksaan. Setelah grafik bintang pasien diperiksa dan posisi bintang diperhitungkan, penyakit dapat diprediksi dan didiagnosis.

3. Trepanning Trepanning adalah sebuah tindakan mengebor lubang kecil ke dalam tengkorak untuk mengekspos dura mater atau membran luar otak. Praktik ini diyakini dapat mengurangi tekanan dan mengobati masalah kesehatan di dalam kepala. Cara ini juga diyakini dapat menyembuhkan epilepsi, migrain, dan gangguan mental dan patah tulang tengkorak. Tak heran, paparan kuman pada otak melalui udara sering berakibat fatal.

Praktik trepanning belum sepenuhnya ditinggalkan. Baru-baru ini di tahun 2000 lalu, praktik ini masih dilakukan oleh 2 orang laki-laki di AS untuk mengobati wanita yang mengalami sindrom kelelahan kronis dan depresi.

4. Poisonous Anesthetics Anestesi saat ini sudah jauh lebih mapan dari zaman dahulu. Sebelum kemajuan saat ini, minuman herbal yang agak keras dicampur dengan anggur biasa digunakan untuk menenangkan pasien sebagai gantinya. Yang paling umum dari anestesi herbal dikenal sebagai dwale.

Ada banyak bahan dalam dwale (termasuk yang tidak berbahaya) seperti selada dan cuka, untuk mematikan, hemlock dan opium. Namun, jika pencampurannya tidak benar justru dapat mengakibatkan kematian pada pasien.

5. Hot Iron For Hemorrhoids Pada zaman dahulu kala diyakini bahwa St Fiacre merupakan pelindung dari penyakit wasir. Jika seseorang tidak berdoa kepadanya, maka mereka akan mengalami wasir. Kemudian Anda akan diobati oleh para biarawan dengan cara meletakkan besi panas di anus. Terapi altenatif lainnya, Anda akan disuruh untuk duduk di batu St Fiacre rock, tempat di mana biarawan Irlandia pada abad ke-7 secara ajaib sembuh dari wasir.

Pada abad ke-12, salah seorang dokter yahudi, Moses Maimonides, menulis tujuh bab tentang pengobatan wasir. Ia kemudian menentukan metode yang jauh lebih sederhana untuk wasir, yaitu direndam di dalam bak mandi.

6. Eye Surgery (Menggunakan Jarum) Selama Abad Pertengahan, operasi katarak dilakukan dengan jarum tebal. Prosedur ini dilakukan dengan cara mendorong kornea ke bagian belakang mata. Namun kemudian saat kedokteran Islam mulai mempengaruhi Eropa, prosedur operasi mata ini berubah.

Mereka tak lagi menggunakan jarum tebal, tetapi menggunakan sebuah jarum suntik logam yang dimasukkan melalui sclera (bagian putih mata) dan kemudian digunakan untuk mengobati katarak melalui hisap.

7. Boar Bile Enemas Enema pada abad pertengahan dilakukan oleh perangkat yang disebut Clysters, yaitu berupa tabung logam panjang dengan sebuah cangkir di ujungnya. Untuk menggunakannya, tabung akan dimasukkan ke dalam anus dan cairan obat dituangkan ke dalam cangkir. Cairan tersebut akan dimasukkan ke dalam usus besar dengan pemompaan.

Jika saat ini metode ini tetap digunakan dengan menggunakan cairan air sabun hangat, maka dulu justru menggunakan ramuan empedu babi hutan.




sumber : detik

Indah Dewi Pertiwi Tolak Tawaran Manggung Saat Lebaran

Written By Dre@ming Post on Sabtu, 03 Agustus 2013 | 23.13

"Aku selalu minta, sekitar satu minggu jadwalnya dikosongkan, nggak mau nyanyi," kata Indah yang kabarnya menerima honor sampai Rp300 juta untuk sekali manggung 'off air' ini. "Liburan di Bogor aja, bikin kue Lebaran rame-rame," kata Indah.
Hanya sekali dalam satu tahun, penyanyi Indah Dewi Pertiwi (22) menolak tawaran manggung. Yaitu ketika merayakan Idul Fitri.

"Kayak biasanya, setiap Lebaran berkumpul di rumah eyang di Sentul (Kabupaten Bogor, Jawa Barat)," kata Indah --sapaan Indah Dewi Pertiwi-- di Panti Wredha Budi Mulia, Jalan Margaguna, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Setelah bertemu dan saling bermaafan dengan keluarga besar, Indah baru akan kembali lagi ke rumahnya di Bogor. "Sama seperti yang lainnya, tradisi ketika Lebaran itu ya berkumpul dengan keluarga," tutur Indah.

Berkumpul dengan keluarga besar yang jarang ditemuinya itu menjadi momen terindah bagi pelantun lagu 'Baru Aku Tahu Cinta itu Apa' dan 'Hipnotis' ini. "Ketemunya yang cuma satu tahun sekali itu, saat Lebaran," katanya.

Apa yang membedakan Lebarannya berbeda dari sebelumnya? "Sama aja. Kalau ada bedanya, ya paling tahun ini aku mengeluarkan single religi," katanya. Single baru religi itu berjudul 'Kebesaran-Mu Tuhan'.

Lagu tersebut pernah dinyanyikan oleh Charly van Houten, vokalis Band Setia. Satu tahun lalu, Indah berduet dengan Bimbo saat Ramadan. Demi Lebaran dan berkumpul bersama keluarga, Indah tidak mau menerima tawaran bernyanyi.

"Aku selalu minta, sekitar satu minggu jadwalnya dikosongkan, nggak mau nyanyi," kata Indah yang kabarnya menerima honor sampai Rp300 juta untuk sekali manggung 'off air' ini. "Liburan di Bogor aja, bikin kue Lebaran rame-rame," kata Indah.


sumber : tribun

Anak Tetangga Jadi Pelampiasan Kakek yang Kangen Belaian Istri

Written By Dre@ming Post on Senin, 29 Juli 2013 | 07.17

Senin, 29 Juli 2013 07:09

"Saya cuma ajak tidur bareng, tapi waktu itu nafsu saya memuncak dan saya buka bajunya," kata Djasmani.
Waktu itu, Djasmani hanya berniat meraba-raba bagian vital korban. Namun, nafsunya tiba tiba memuncak. Tak puas sampai di situ, pria renta akhirnya mencabuli Mawar hingga korban menjerit kesakitan.
SEMARANG - Merasa rindu belaian sang istri, Djasmani (73) nekat mencabuli anak tetangganya sendiri, sebut saja namanya Mawar.

"Saya rindu istri saya. Saya sudah ditinggal mati istri sejak 2006 lalu," ujar warga Bangetayu Wetan, Kecamatan Genuk kepada Tribun Jateng, Minggu (28/7/2013).

Djasmani mengaku kesepian sejak istrinya meninggal. Saat ini, Djasmani tinggal di rumah petak semipermanen miliknya di Bangetayu Wetan, Kecamatan Genuk, Kota Semarang.

Kejadian bermula ketika Mawar bermain di depan rumah Djasmani, 2012 silam. Kala itu, Mawar diajak main di dalam rumah oleh Djasmani. Namun, ketika Mawar sudah di dalam rumah, timbul niat bejat kakek lima anak.

"Saya cuma ajak tidur bareng, tapi waktu itu nafsu saya memuncak dan saya buka bajunya," kata Djasmani.
Waktu itu, Djasmani hanya berniat meraba-raba bagian vital korban. Namun, nafsunya tiba tiba memuncak. Tak puas sampai di situ, pria renta akhirnya mencabuli Mawar hingga korban menjerit kesakitan. 

Bawa Uang Rp 100 Juta, Terkuaknya Kedok Sang 'Jagal'

Written By Dre@ming Post on Minggu, 28 Juli 2013 | 09.33

Minggu, 28/07/2013 09:09

Yahya memborgol Muhyaro, lalu mengikatkan tangannya ke tangan Muhyaro agar tersangka penipuan itu tidak kabur. Keduanya turun dari mobil dan saat berjalan beriringan, Muhyaro melompat ke jurang. Yahya terseret dan ikut jatuh.
Sebelum Tewas, Yulanda Pamit ke Magelang dan Bawa Uang Rp 100 Juta

Jakarta - Paman Yulanda Rifan, Fardan Nawawi Arif hanya bisa pasrah saat mendapati keponakannya digiring masuk ke kamar mayat RS Bhayangkara Semarang dalam kondisi terbungkus kantung jenasah. Menurut cerita Fardan, saat keponakannya pergi, ia membawa uang tunai lebih dari Rp 100 juta.

Yulanda Rifan ditemukan tewas dan terkubur di ladang Dusun Petung, Desa Ngemplak, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang oleh tim gabungan Polres Kabupaten Magelang dan Polda Jawa Tengah tidak jauh dari rumah Muhyaro, tersangka kasus penipuan yang nekat lompat dari tebing dan menyebabkan personil Polda Jateng, AKP Yahya R Lihu gugur.

Wartawati Jadi Korban Pemerkosaan

Written By Dre@ming Post on Minggu, 23 Juni 2013 | 06.59

Karena kalah tenaga, Endang menuturkan pelaku melampiaskan nafsunya dan meninggalkan korban di lokasi kejadian. Gbr Ist
Jakarta - Seorang wartawati media nasional, MC (33) diduga menjadi korban pemerkosaan dan penganiayaan pria tidak dikenal di kawasan Matraman, Jakarta Timur, Kamis (20/6) sekitar pukul 18.30 WIB.

"Saat itu, korban tengah menunggu suaminya yang mau jemput," kata Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Metro Jakarta Timur, Ajun Komisaris Polisi Endang di Jakarta, Jumat.

Korban menunggu suaminya di sebuah gang yang berada di samping halte bus atau dekat Yayasan Kursus Bahasa Inggris Matraman, Jakarta Timur.

Situasi jalan tersebut dalam kondisi sepi, menurut Endang, kemudian korban berjalan melewati gang tersebut, mendadak seorang pria yang berjalan kaki juga menabraknya dari arah depan.

Buronan Pemerkosa Guru SD Babak Belur Dihajar Masa

Written By Dre@ming Post on Minggu, 05 Mei 2013 | 01.05

Minggu, 5 Mei 2013 | 01:39

Burunan tersangka pelaku pemerkosa seorang Guru SD di Kabupaten Talaud babak belur dihajar massa setelah tertangkap dari pelariannya.
TALAUD - Setelah buron hampir dua pekan, tersangka pelaku kejahatan dan penipuan serta pemerkosaan yang disertai dengan kekerasan terhadap seorang guru SD di Desa Riung, Kecamatan Tampan'amma, RL alias Rony akhirnya diringkus warga, Sabtu (4/5/2013) sekitar pukul 18.00 Wita.

"Tersangka dihajar warga ketika tertangkap di Sungai Punna Kelurahan Makatara Timur, Kecamatan Beo Utara," ujar seorang saksi mata, Richter Taengetan.

Sebelum tertangkap RL beberapa kali terlihat di pemukiman warga. Namun ketika hendak ditangkap, RL yang selalu mengaku sebagai wartawan ini langsung lari menghilang ke dalam hutan.

RL dinyatakan sebagai buron setelah pihak Polsek Beo, menerima laporan dari seorang Anti alias MP, seorang Guru SD yang mengaku diperkosa dan dianiaya tersangka pada 22 April lalu.

Astaga, Ibu Ini Tega Dorong Putri Jadi PSK sejak Usia 9 Tahun

Written By Dre@ming Post on Selasa, 16 April 2013 | 18.24

Selasa, 16 April 2013 | 19:09

Putrinya dia jual ke pelanggan dengan iming-iming ada "barang" baru karena usia putrinya yang masih sangat muda.
BRISBANE - Seorang perempuan Australia berdarah Thailand dipenjarakan pada hari Selasa (16/4/2013) di Brisbane, Australia. Alasannya, si perempuan telah mendorong putrinya menjadi pekerja seks komersial (PSK) sejak usia 9 tahun.

Putrinya dia jual ke pelanggan dengan iming-iming ada "barang" baru karena usia putrinya yang masih sangat muda.

Perempuan berusia 41 tahun itu dipenjarakan selama 9 tahun dengan tuduhan melakukan dua puluh jenis pelanggaran, termasuk perdagangan anak-anak dan kegiatan prostitusi. Putrinya berusia 9 tahun saat mengunjungi ibunya pada 2004 lalu untuk liburan.

Total Visitors


 
Support : Dre@ming Media | Dre@ming Post | I Wayan Arjawa, S.T.
Copyright © 2011. Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Excata Published by DLC
Proudly powered by Dre@ming Media